Jangan Paksa Anak untuk Selalu Menang dalam Kompetisi

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia
Jangan Paksa Anak untuk Selalu Menang dalam Kompetisi
Ilustrasi orangtua marahi anak [Shutterstock]

Jika anak selalu dituntut untuk menang dikhawatirkan dirinya akan sulit untuk menerima kenyataan saat dirinya kalah.

Suara.com - Bulan Agustus identik dengan berbagai perlombaan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Biasanya mulai anak-anak hingga dewasa mengikuti berbagai perlombaan seperti balap karung, makan kerupuk, hingga panjat pinang.

Nah untuk anak-anak, Anda para orangtua jangan tuntut anak untuk selalu menang dalam setiap perlombaan ya. Pasalnya setiap kompetisi selalu ada kalah dan menang. Jika anak selalu dituntut untuk menang dikhawatirkan dirinya akan sulit untuk menerima kenyataan saat dirinya kalah.

"Dalam setiap perlombaan, fun atau menyenangkan haruslah yang utama. Jadi jangan sampai anak tidak mendapat 'fun'-nya karena Ia lebih asyik untuk berpikir bagaimana bisa menang," ujar Achmad Safarie selaku Advisor Pendidikan KidZania Jakarta dalam temu media Sabtu (18/8/2018).

Ia menambahkan, dibandingkan menyebutnya sebagai ajang berkompetisi, lebih baik orangtua memberikan pemahaman pada anak bahwa perlombaan adalah sebuah permainan. Tekankan Ia untuk lebih mementingkan proses dibandingkan hasil.

"Anak pada dasarnya pemenang bagi dirinya sendiri. Jadi kalau perlombaan anggaplah itu sebagai partisipasi kita memeriahkan kemerdekaan. Jangan tekankan lombanya tapi bagaimana dia berpartisipasi memeperingati hari kemerdekaan," tandas Arie.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS