ASI Eksklusif di Indonesia 35 Persen, Menkes Ungkap Penyebabnya

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 20 Agustus 2018 | 18:30 WIB
ASI Eksklusif di Indonesia 35 Persen, Menkes Ungkap Penyebabnya
AS eksklusif sangat penting bagi bayi baru lahir. (Shutterstock)

Suara.com - Manfaat ASI eksklusif bagi tumbuh kembang bayi dan ibu tak perlu diragukan lagi, mulai dari mencegah risiko kanker payudara, kanker rahim hingga penyakit lain, tapi sayangnya, kata Menkes Nila F Moeloek, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 50 persen.

Lantas, apa penyebabnya? Menkes Nila F Moeloek mengungkapkan ada banyak penyebab, salah satunya masih kurangnya para ibu mendapat edukasi tentang pentingnya memberi ASI eksklusif.

"Kalau perempuan pandai dia akan memberikan ASI, tapi kalau dia kurang edukasi, maka dia tidak tahu pentingnya memberikan ASI eksklusif," ujar Menkes Nila di sela-sela temu media Pekan ASI Sedunia di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Hambatan lainnya, kata Menkes Nila, berasal dari fasilitas kesehatan. Masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas yang dititipi pesan sponsor, yakni susu formula sehingga membuat para ibu kurang mendapat edukasi yang tepat soal inisiasi menyusui dini dan pemberian ASI eksklusif.

Untuk menanggulangi hal ini, Kemenkes menyerukan upaya akreditasi bagi fasyankes seperti rumah sakit. Untuk mendapat akreditasi, maka salah satu indikatornya adalah pemberian ASI eksklusif yang tinggi di rumah sakit tersebut.

"Kemenkes upayanya di akreditasi. Akreditasi fasyankes salah satunya harus mencapai langkah keberhasilan menyusui. Kalau upaya ini tidak tercapai maka dia tidak akan dapat akreditasi," tambah Menkes Nila.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat membeberkan dari 2700 rumah sakit yang ada, baru 80 persen yang mendapat akreditasi paripurna atau mencapai keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang tinggi. Itu sebabnya pihaknya gencar menyosialisasikan pemberian ASI eksklusif di kalangan tenaga kesehatan sehingga nantinya mereka siap memberi konseling pada ibu menyusui.

"Kami upayakan untuk modul pelatihan dan standar di rumah sakit bisa kita dorong mengadopsi rekomendasi tersebut. Sehingga puskesmas dan rumah sakit siap memberi konseling dan semakin banyak ibu yang memberi ASI eksklusif," tambah dia.

Selain itu masih terbatasnya ruang laktasi di gedung perkantoran dan ruang publik juga menjadi tantangan lain bagi ibu menyusui untuk memberikan hak bayinya. Padahal sudah ada aturan yang mewajibkan perusahaan menyediakan ruang laktasi bagi pekerja perempuan yang menyusui.

baca juga

Itulah berbagai hambatan yang masih banyak terjadi di Indonesia yang menyebabkan cakupan ASI eksklusif Indonesia, kata Menkes Nila F Moeloek, masih rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes Imbau Busui Korban Gempa Lombok Tetap Beri ASI Eksklusif

Menkes Imbau Busui Korban Gempa Lombok Tetap Beri ASI Eksklusif

Health | Senin, 20 Agustus 2018 | 13:23 WIB

Fokus Kasih ASI, Poppy Bunga Cuti Akting Setahun

Fokus Kasih ASI, Poppy Bunga Cuti Akting Setahun

Entertainment | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 21:32 WIB

Terlalu Lama Beri ASI Bisa Buat Bayi Gagal Tumbuh

Terlalu Lama Beri ASI Bisa Buat Bayi Gagal Tumbuh

Health | Rabu, 15 Agustus 2018 | 19:52 WIB

Terkini

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

×