Ajak Bicara tapi Jangan Ucapkan Hal Ini pada Pasien Kanker

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 24 Agustus 2018 | 15:04 WIB
Ajak Bicara tapi Jangan Ucapkan Hal Ini pada Pasien Kanker
Ilustrasi simbol penderita kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Mendengar anggota keluarga, teman atau pasien terkena kanker tentu akan mengejutkan sebagian besar orang, hal yang baik adalah tetap mengajaknya bicara namun tidak mengucapkan hal yang membuatnya sedih.

Di satu sisi merasa sedih karena turut merasakan penderitaan mereka namun di satu sisi bingung bagaimana cara berkomunikasi agar tidak membuat mereka semakin 'jatuh'.

Nah disampaikan Penanggungjawab Program Paliatif Yayasan Kanker Indonesia Pusat dr. Siti Anissa Nuhonni, SpKFR(K), kesulitan atau takut memulai komunikasi dengan pasien kanker memang hal wajar.

Ada beberapa alasan yang memicunya, antara lain khawatir pasien cemas dengan penyakitnya, takut salah bicara, ragu memulai, bingung berkata apa, tak ingin mengorek luka hingga takut dianggap ikut campur.

"Tapi komunikasi dalam perawatan paliatif itu sangat penting. Pasien yang sedih mungkin akan sulit menceritakan langsung. Ada baiknya kita, anggota keluarga, teman atau perawat pasien membuka diri dengan memulai sebuah pertanyaan," ujar dr Nuhonni dalam temu media yang dihelat Perhompedin dan PT Ferron Par Pharmaceutical di Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Beberapa pertanyaan yang bisa dilontarkan antara lain, "Ada yang mau diceritakan?", "Mari berbincang-bincang, atau mau jalan-jalan?", "Wah sudah lama tidak terlihat apa kabar?". Nah dr Nuhonni berpesan agar Anda tetap memberikan kesempatan bagi para pasien untuk menjawab.

Jika pasien tak menjawab jangan berkecil hati, mungkin saja dia belum siap untuk berbagi kisahnya pada yang lain.

Selain itu Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melontarkan kata-kata yang justru bisa membuat pasien kanker semakin depresi atau bahkan cemas.

Beberapa diantaranya, "Kanker tidak seberat itu kok", "Masih banyak yang lebih menderita", "Ya sudahlah, terima saja kondisimu", "Coba dulu kamu tidak banyak makan ini", "Jangan berlebihan seperti itu ah" dan kata-kata ini yang membuat pasien kanker justru akan menangisi ujian hidupnya ini.

"Lebih baik ucapkan kata-kata yang menujukkan kita itu menghargai kesedihan pasien, mengapresiasi kemajuan pasien, dan ingatkan kalau kecemasannya itu bukan sesuatu yang aneh atau gila. Justru kalau bisa alihkan Ia dari kecemasannnya," tambah dr Nuhonni.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP selaku Ketua Umum YKI menjelaskan, pengenalan perawatan paliatif pasien kanker penting untuk terus dilakukan tak hanya bagi tenaga medis tapi juga masyarakat.

Perawatan paliatif sendiri kata dia tak hanya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Namun juga bagi keluarganya yang berhadapan langsung dengan penyakit tersebut, baik secara fisik, psikososial ataupun spiritual.

"Upaya paliatif itu diambil untuk meringankan atau mengurangi penderitaan pasien. Dengan paliatif care penderita kanker bisa hidup lebih nyaman sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik terutama ketika penyakitnya sulit disembuhkan atau sudah berada pada stadium lanjut," tandas dia.

Kini Anda sudah tahu bagaimana dan apa yang harus diucapkan kepada pasien kanker agar tidak membuatkan sedih, mulai ajak ia bicara dengan memulai percakapan yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akibat Kanker Kulit, Penis Kakek Ini Lepas dari Tubuh, Kok Bisa?

Akibat Kanker Kulit, Penis Kakek Ini Lepas dari Tubuh, Kok Bisa?

Health | Senin, 13 Agustus 2018 | 12:42 WIB

Tak Hanya Wanita, Pria Juga Perlu Vaksin HPV

Tak Hanya Wanita, Pria Juga Perlu Vaksin HPV

Health | Rabu, 08 Agustus 2018 | 22:00 WIB

BPJS Terapkan Aturan Baru, Ikatan Dokter Indonesia Menyayangkan

BPJS Terapkan Aturan Baru, Ikatan Dokter Indonesia Menyayangkan

Health | Kamis, 02 Agustus 2018 | 12:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB