Siapa Sangka, Mahkota Dewa Bisa Jadi Obat Sakit Kepala

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Rabu, 12 September 2018 | 18:30 WIB
Siapa Sangka, Mahkota Dewa Bisa Jadi Obat Sakit Kepala
Mahkota dewa bermanfaat untuk obat sakit kepala. [Shutterstock]

Suara.com - Mahkota dewa, tanaman asli Indonesia yang hanya dijumpai di tanah Papua, disebut bermanfaat untuk obat sakit kepala.

Mahkota dewa memang terkenal dengan ragam khasiatnya bagi kesehatan. Selama ini tanaman mahkota dewa dijual dalam bentuk obat herbal yang sudah dikeringkan dan diminum dalam bentuk air rebusan.

Namun melalui riset yang dilakukan Dexa Laboratories of Biomoleculae Sciences dari PT Dexa Medica, mahkota dewa diracik sebagai obat sakit kepala herbal yang bisa langsung dikonsumsi.

Disampaikan Leader Dharma Dexa, Gloria S. Haslim, tanaman mahkota dewa memiliki sifat anti inflamasi. Melalui riset yang dilakukan para ilmuwan Dexa, tanaman ini menyimpan manfaat sebagai obat sakit kepala.

"Tapi tidak seluruh buahnya bisa diambil hanya sebagian kecil. Kita gunakan teknologi Advance Fractionation Technology (AFT) sehingga membuat mahkota dewa mengalami proses ekstraktsi bertingkat untuk menemukan fraksi spesifik yang tepat dalam mengobati penyakit sakit kepala," ujar Gloria ketika ditemui di Kidzania Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Andrew Sulistya, Direktur Consumer Health Dexa Medica mengatakan bahwa Dexa memang memiliki laboratorium yang dikhususkan untuk menciptakan obat herbal dari tanaman asli Indonesia. Selain mahkota dewa, pihaknya juga telah mengolah tanaman lain seperti jahe, jintan hitam hingga daun saga sebagai obat-obatan herbal yang bisa langsung dikonsumsi.

"Jahe misalnya ada banyak molekul dan komponen, kami dari farmasi bisa memecah molekul apa saja yang berkhasiat untuk mengatasi batuk. Jadi tidak semua molekul dipakai, bagian tertentu saja," tambah Andrew.

Andrew mengatakan bahwa keseriusan PT Dexa Medica untuk fokus mengembangkan obat-obatan herbal dibuktikan dengan sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tak hanya untuk memproduksi jamu tapi juga obat herbal.

"Obat bebas kita bermain herbal semua. Jadi dari BPOM kita punya sertifikasi tidak hanya jamu tapi obat herbal. Ini menunjukkan keseriusan Dexa melahirkan obat herbal kedepannya," tambah dia.

Meski menjual obat herbal, Dexa, kata Andrew tetap memperhatikan keamanan dan khasiat dari obat yang diproduksi karena telah melalui serangkaian riset klinis. Ia pun berharap masyarakat semakin percaya untuk mengonsumsi obat-obatan herbal yang telah teruji secara klinis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Mengapa Menangis Bisa Menyebabkan Sakit Kepala

Ini Mengapa Menangis Bisa Menyebabkan Sakit Kepala

Health | Kamis, 02 Agustus 2018 | 20:34 WIB

Pakai Bra Kekecilan, Awas Diintai Sakit Kepala!

Pakai Bra Kekecilan, Awas Diintai Sakit Kepala!

Health | Selasa, 10 Juli 2018 | 19:52 WIB

Yuk, Cari Tahu Penyebab Sakit Kepala yang Terasa Tegang!

Yuk, Cari Tahu Penyebab Sakit Kepala yang Terasa Tegang!

Health | Selasa, 24 April 2018 | 14:08 WIB

Jenis Tanaman Herbal Ini Atasi Kanker Hati, tapi Dilarang

Jenis Tanaman Herbal Ini Atasi Kanker Hati, tapi Dilarang

Health | Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:26 WIB

Manusia Purba Sudah Kenal Penisilin dan Aspirin

Manusia Purba Sudah Kenal Penisilin dan Aspirin

Tekno | Kamis, 09 Maret 2017 | 19:52 WIB

Lima Herbal Ini Bisa Obati Insomnia

Lima Herbal Ini Bisa Obati Insomnia

Health | Selasa, 14 Februari 2017 | 09:04 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×