Kenapa Tidak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Tidak Merokok Malah Kena

Silfa Humairah Utami

Kamis, 29 November 2018 | 13:56 WIB
Kenapa Tidak Semua Perokok Kena Kanker Paru? Tidak Merokok Malah Kena
Ilustrasi kanker paru pada perokok. [Shutterstock]

Suara.com - Kanker paru merupakan kanker paling mematikan di dunia, lucunya masih ada pertanyaan kenapa masih banyak perokok di dunia ini baik-baik saja.

Dokter spesialis patologi anatomi di National Cancer Center (NCC) Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Evlina Suzanna, SpPA(K), mengatakan masing-masing orang punya faktor risiko terkena kanker yang berbeda-beda.

Alasan kenapaperokok  ada orang  terkena kanker paru dan ada yang tidak, menurut Evlina, adalah karena genotipe alias kondisi genetik masing-masing orang tersebut.

“Tapi rokok itu tidak saja memicu kanker paru, tapi bisa juga jadi kanker payudara, bisa juga kanker mulut rahim, tergantung rentannya di tubuh seseorang itu. Kebiasaan merokok adalah bagian dari gaya hidup yang menjadi salah satu faktor risiko kanker," ujar Evlina dalam rangka memperingati Bulan Peduli Kanker Paru Sedunia, Cancer Information and Support Center (CISC) mengadakan konferensi pers bertajuk Lung Cancer and Me: Beda Jenis,Beda Perjalanan, pada Rabu (28/11/18).

Brigjen TNI dr Alex Ginting S, Sp P(K) dari RSPAD Gatot Soebroto yang juga menjadi dokter jantung kepridenan Presiden Jokowi, mengungkapkan data juga memaparkan 7 dari 8 pasien paru adalah perokok. 

"Jadi sekuat apapun daya genotipe kalau gaya hidup perokok aktif maka resiko semakin besar, lalu kenapa yang tidak merokok juga bisa terkena kanker paru tentu alasannya karena gaya hidup Anda yang selalu berada di sekitar perokok misalnya nongkrong dan bekerja di sekitar teman Anda yang merokok, jadi kalau sadar daya tahan tubuh tidak kuat atau punya latar belakang keturunan dengan kondisi kanker maka hindari lingkungan perokok dan jauhi gaya hidup di sekitar orang perokok," jelasnya. 

Data Globocan 2018 menyatakan bahwa kanker paru adalah kanker yang paling banyak ditemukan pada pria dan wanita di seluruh dunia dari semua jenis kanker lain (11,6% dari total kasus) dan merupakan penyebab utama dari kematian (18,4% dari total kematian akibat kanker).

Diprediksikan, terdapat 2,1 juta kasus kanker paru baru dan 1,8 juta kematian akibat kanker paru di tahun 2018, atau sekitar 1 dari 5 penyebab kematian akibat kanker.

Di Indonesia, 14% dari total kematian karena kanker disebabkan oleh kanker paru yang menjadikan penyakit fatal ini sebagai kanker pembunuh nomor 1 yang banyak dialami oleh perokok.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Tahun Kemoterapi, Pria Ini Ternyata Tak Kena Kanker

5 Tahun Kemoterapi, Pria Ini Ternyata Tak Kena Kanker

Health | Rabu, 28 November 2018 | 06:15 WIB

Gianluca Vialli Ungkap Perjuangan Dirinya Melawan Kanker

Gianluca Vialli Ungkap Perjuangan Dirinya Melawan Kanker

Bola | Senin, 26 November 2018 | 20:56 WIB

Sembuh dari Kanker, Lelaki Ini Buat Tato Wajah Sang Dokter

Sembuh dari Kanker, Lelaki Ini Buat Tato Wajah Sang Dokter

Lifestyle | Senin, 26 November 2018 | 11:16 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×