2019, Kemenkes Fokus Atasi Pencegahan Stunting dan Kasus Kematian Ibu

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Kamis, 10 Januari 2019 | 18:44 WIB
2019, Kemenkes Fokus Atasi Pencegahan Stunting dan Kasus Kematian Ibu
Temu Media di Kemenkes [Suara.com/Firsta]

Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengungkap beberapa fokus kerja Kemenkes sepanjang 2019. Kasus stunting dan kematian ibu saat melahirkan yang masih cukup tinggi di Indonesia merupakan salah satu hal yang akan lebih giat ditangani Kemenkes tahun ini.

"Peningkatan kesehatan ibu dan anak merupakan program yang akan tetap kita tegakkan. Anak yang lahir diharapkan cerdas dapat mencapai sekolah yang berkualitas," ujar Menkes Nila dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Kamis (10/1/2018).

Lebih lanjut Menkes Nila menambahkan bahwa data menunjukkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan mengalami penurunan pada 2018 lalu yakni sebesar 73.5 persen dari 83.67 persen. Angka ini bahkan lebih rendah dari pencapaian pada 2015 lalu yakni sebesar 78.43 persen.

"Itu sebabnya nikah dini sangat tidak kita dukung. Coba bayangkan ketika anak-anak nikah dini fisik mereka belum sempurna sehingga ketika dia hamil angka kematian ibu tinggi karena fisiknya belum sempurna. Panggul belum berkembang sempurna sehingga kalau tidak cepat tertolong akan mati," imbuh Menkes Nila.

Sementara untuk stunting, Menkes Nila mengatakan meski Riskesdas 2018 menunjukkan penurunan angka stunting dari 37.2 persen ke 30.8 persen, Ia berujar bahwa jumlah tersebut masih cukup tinggi. Untuk itu kedepan Ia berharap edukasi seputar pentingnya 1000 hari kehidupan untuk mencegah stunting lebih digalakkan.

"1000 hari pertama kehidupan sangat penting dari kehamilan sampai bayi dua tahun merupakan titik krusial untuk mencegah balita stunting. Stunting juga masih terkorelasi dengan penyakit tidak menular, jadi kita harus mencegahnya," tambah dia.

Selain itu, Menkes Nila juga mengatakan bahwa program Keluarga Berencana juga harus menjasi fokus Kementerian Kesehatan di 2019. Menurutnya BKKBN juga harus mempertimbangkan berapa jumlah populasi yang dibutuhkan Indonesia agar tercipta generasi yang berkualitas.

"Selain memikirkan KB juga harus memikirkan jumlah populasi agar piramida penduduk betul baik dalam arti usia produktif saat mencapai bonus demografi benar-benar bisa bersaing di dunia kerja," tambah dia.

Kemenkes akui akan terus berusaha untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Di sistem JKN seperti sekarang ini, terhitung sudah 23.039 Fasikitas Kesehatan Tingkat Pertama berdiri, dan 2645 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Sementara untuk anggota JKN sendiri sudah terhitung 207.8 juta jiwa masyarakat yang menjadi peserta.

baca juga

Sistem asuransi kesehatan ini juga sudah dimanfaatkan sebanyak 212.7 juta kali pada 2018 meningkat tajam dibandingkan 92.3 juta kunjungan di 2014.

"Pembangunan puskesmas perbatasan dan daerah tertinggal juga terus kita galakkan. Sepanjang 2018 sudah 256 pembangunan puskesmas di daerah tertinggal perbatasan di 49 kabupaten. Kita rencanakan di 2019 sebanyak 279 puskesmas dibangun di daerah tertinggal dan perbatasan demi memperluas akses kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia," beber Menkes Nila F Moeloek. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tarif Listrik Tak Naik Tahun Ini, Pemerintah Tegaskan Bukan Karena Pilpres

Tarif Listrik Tak Naik Tahun Ini, Pemerintah Tegaskan Bukan Karena Pilpres

Bisnis | Kamis, 10 Januari 2019 | 17:02 WIB

Kemenkes Waspadai Laporan DBD di Labuan Bajo

Kemenkes Waspadai Laporan DBD di Labuan Bajo

Health | Kamis, 10 Januari 2019 | 16:23 WIB

Honda Pamer Konektivitas  Berkendara di CES 2019

Honda Pamer Konektivitas Berkendara di CES 2019

Otomotif | Kamis, 10 Januari 2019 | 15:00 WIB

Terkini

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:49 WIB

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:47 WIB

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:46 WIB

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 07:45 WIB

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

×