Inggris Akan Kirim Belatung ke Zona Perang di Suriah, Buat Apa?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 15 Januari 2019 | 06:45 WIB
Inggris Akan Kirim Belatung ke Zona Perang di Suriah, Buat Apa?
Inggris akan kirim belatung ke zona perang di Suriah hingga Yaman. [Shutterstock]

Suara.com - Pemerintah Inggris berencana mengirim belatung ke zona perang di Suriah hingga Yaman. Bukan olok-olok, kiriman belatung ini disebut sebagai bantuan untuk penangan luka bagi korban perang.

Dilansir HiMedik dari Telegraph, belatung alias larva lalat dikirim sebagai bantuan medis untuk mencegah luka tidak terkontaminasi. Belatung mampu menelan jaringan mati pada manusia, sekaligus menyebarkan air liur anti bakteri.

"Orang-orang yang tengah menghadapi konflik dan krisis kemanusiaan dalam hidupnya ini sangat menderita karena luka yang sebenarnya dapat dengan mudah disembuhkan menggunakan akses perawatan yang tepat," kata Sekretaris Negara Inggris Bidang Pembangunan Internasional Penny Mordaunt.

Penggunaan belatung untuk membersihkan luka sudah dilakukan oleh orang Aborigin di Australia. Hal serupa pernah dilakukan oleh tentara pada Perang Dunia I.

Program bantuan ke zona perang sendiri ditaksir bernilai hingga Rp 3,5 miliar. Belatung akan mengobati luka-luka di tubuh koban perang dan menghindarkan mereka dari infeksi sekundar yang dapat menyebabkan amputasi.

Rencananya, Inggris akan membudidayakan belatung di rumah sakit lapangan yang berada di zona perang. Begitu menetas, belatung larva lalat akan disterilkan dan diinkubasi selama satu atau dua hari.

Setelah itu, belatung siap ditempelkan di bagian tubuh yang luka. Penggunaan belatung juga bisa dilakukan dengan memasukkannya ke dalam BioBags, yang nantinya digunakan untuk membungkus luka.

Meski begitu, belatung yang sudah digunakan untuk membersihkan luka tak bisa digunakan dua kali. Pakar mengatakan agar belatung yang sudah digunakan untuk dibuang lewat wadah klinis, dan tidak akan berbahaya jika dilepas ke alam liar.

Meski jijik, belatung ternyata memiliki manfaat untuk menyembuhkan luka, terutama di zona perang.

Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Biasa, Kulit Ikan Disebut Efektif Sembuhkan Luka Bakar

Tak Biasa, Kulit Ikan Disebut Efektif Sembuhkan Luka Bakar

Health | Rabu, 26 Desember 2018 | 16:40 WIB

Mayat Bayi Berbelatung Ditemukan di Bagasi Bus Jakarta - Magetan

Mayat Bayi Berbelatung Ditemukan di Bagasi Bus Jakarta - Magetan

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 14:42 WIB

Hii, Efek Samping Rokok Elektrik Bikin Luka Susah Sembuh

Hii, Efek Samping Rokok Elektrik Bikin Luka Susah Sembuh

Health | Minggu, 21 Oktober 2018 | 19:09 WIB

50 Belatung Bersarang di Pipi Nenek Ini

50 Belatung Bersarang di Pipi Nenek Ini

Health | Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:36 WIB

Heboh Ratna Sarumpaet Dipukul, Ini Pertolongan Pertama Luka Memar

Heboh Ratna Sarumpaet Dipukul, Ini Pertolongan Pertama Luka Memar

Health | Selasa, 02 Oktober 2018 | 17:38 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB