Demam Berdarah Mengintai, Kenali Gejala DBD Berikut Ini

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 23 Januari 2019 | 08:20 WIB
Demam Berdarah Mengintai, Kenali Gejala DBD Berikut Ini
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Demam Berdarah Mengintai, Kenali Gejala DBD Berikut Ini

Di musim penghujan seperti sekarang, risiko terkena demam berdarah dengue (DBD) diprediksi meningkat. Pasalnya genangan air terdapat di mana-mana yang bisa menjadi media perkembang biakan jentik nyamuk.

Disampaikan Prof Ari Fahrial Syam selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, umumnya pasien DBD datang dengan demam rata-rata sudah lebih dari tiga hari.

Selain itu pemeriksaan darah juga menunjukkan kadar trombosit pasien DBD di bawah 150.000. Meski dapat menyebabkan kematian, jika diketahui lebih dini, risiko komplikasi akibat DBD bisa dicegah.

"Sebenarnya, semakin dini seseorang diketahui menderita DBD, makin mudah ditangani dan tidak mudah jatuh ke berbagai komplikasi seperti syok dan perdarahan yang lebih sulit ditangani," ujar Prof Ari dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Rabu (23/1/2019).

Ia menambahkan, saat ini, gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. Demam yang timbul bisa terjadi secara terus menerus, naik turun atau bisa terjadi hanya 1-2 hari saja. Oleh karena adanya demam yang mendadak, perlu diwaspadai kemungkinan penyakit demam berdarah sebagai penyebabnya.

Selain demam tinggi yang mendadak, pasien kadang kala juga merasakan gangguan pada pencernaan berupa nyeri di ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar hingga diare. Pasien DBD juga bisa disertai dengan keluhan sakit kepala seperti rasa melayang, pegal dan nyeri di otot.

"Pada penyakit DBD yang berat setelah 2-5 hari demam dapat terjadi manifestasi perdarahan, baik berupa bintik merah pada kulit terutama di tangan, kaki dan dada, mimisan, gusi berdarah bahkan sampai muntah darah," tambah dia.

Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)
Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

Bahkan, jika terlambat bisa saja pasien datang sudah dalam keadaan syok ditandai dengan tekanan darah yang turun, ujung-ujung kaki dan tangan menjadi dingin, hingga penurunan denyut nadi. Kondisi pasien biasanya lemah dan tidak bertenaga.

Untuk pengobatannya, Prof Ari mengatakan, pasien DBD harus menjaga sirkulasi cairan dengan infus yang cukup dan mengonsumsi banyak air. Obat-obatan yang diberikan biasanya hanya bersifat menghilangkan gejala yang muncul.

Jika demam umumnya diberikan parasetamol, jika mual diberikan obat anti mual. Tetapi, tentu obat-obat ini diberikan sesuai indikasi dan bersifat sementara sesuai dengan gejala yang timbul.

"Kenali penyakit demam berdarah yang saat ini sedang meningkat kasusnya pada masyarakar sekitar kita. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk, temukan jentik2 sekitar rumah kita dimana terdapat genangan air. Lakukan upaya 3 M (Mengubur, Menguras dan Menutup). Mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada, Tiga Wilayah di Jakarta Ini Paling Rentan Terjangkit DBD

Waspada, Tiga Wilayah di Jakarta Ini Paling Rentan Terjangkit DBD

News | Senin, 21 Januari 2019 | 11:08 WIB

Masuk Musim Hujan, DKI Waspada KLB Demam Berdarah

Masuk Musim Hujan, DKI Waspada KLB Demam Berdarah

News | Senin, 21 Januari 2019 | 10:20 WIB

Hati-hati, Jakarta Masuk Waspada Demam Berdarah

Hati-hati, Jakarta Masuk Waspada Demam Berdarah

Health | Senin, 21 Januari 2019 | 06:21 WIB

Kasus DBD di Indonesia Meningkat, Kemenkes Minta Faskes Perkuat Layanan

Kasus DBD di Indonesia Meningkat, Kemenkes Minta Faskes Perkuat Layanan

Health | Rabu, 16 Januari 2019 | 17:45 WIB

Musim Hujan, Kasus DBD di 22 Provinsi di Indonesia Meningkat

Musim Hujan, Kasus DBD di 22 Provinsi di Indonesia Meningkat

Health | Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB