Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:05 WIB
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
Ilustrasi maag (pixabay/mohamed_hassan)
  • Infeksi Helicobacter pylori adalah faktor risiko utama kanker lambung yang menyebabkan sekitar 700.000 kematian global per tahun.
  • Gejala awal infeksi *H. pylori* sering tampak umum, namun dapat memicu peradangan kronis berpotensi menjadi lesi prakanker.
  • Deteksi dini infeksi dapat dilakukan melalui Urea Breath Test (UBT) yang sensitif, diikuti penanganan individual sesuai stadium keganasan.

Suara.com - Setiap tahun, sekitar satu juta orang di dunia didiagnosis kanker lambung, dengan angka kematian mencapai 700.000 kasus. Salah satu faktor risiko utamanya adalah infeksi Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang menginfeksi lebih dari separuh populasi global.

Bakteri ini telah diklasifikasikan sebagai karsinogen kelas I oleh International Agency for Research on Cancer karena kaitannya yang kuat dengan kanker lambung. Masalahnya, kanker lambung kerap berkembang tanpa gejala khas pada tahap awal.

Banyak pasien baru mencari pertolongan medis ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Di saat yang sama, infeksi H. pylori—yang dapat dideteksi lebih dini—sering kali tidak disadari atau diabaikan.

Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung. (Dok. Istimewa)
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung. (Dok. Istimewa)

Keluhannya tampak umum: nyeri ulu hati, perut kembung, mual, atau gangguan pencernaan ringan. Namun di balik gejala yang terlihat “biasa” itu, dapat terjadi peradangan kronis pada mukosa lambung.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi lesi prakanker hingga kanker. Sejumlah data menunjukkan pasien dengan infeksi H. pylori memiliki risiko kanker lambung sekitar 3% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi.

Menurut dr. David Reinhard Sumantri Samosir, SpPD-KGEH, infeksi H. pylori dapat didiagnosis melalui metode non-invasif seperti Urea Breath Test (UBT), maupun prosedur invasif seperti endoskopi disertai biopsi.

“Urea Breath Test menjadi pilihan utama pemeriksaan non-invasif karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Selain untuk mendeteksi infeksi, UBT juga dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan terapi eradikasi,” jelasnya.

Penelitian terbaru juga mengindikasikan bahwa infeksi H. pylori berhubungan dengan peningkatan risiko terbentuknya polip di usus besar, beberapa di antaranya berpotensi berkembang menjadi keganasan.

Hal ini memperkuat pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini, bukan hanya untuk meredakan gejala, tetapi juga mencegah komplikasi jangka panjang.

Fasilitas layanan kesehatan seperti Siloam Hospitals TB Simatupang menyediakan pemeriksaan UBT dan endoskopi, termasuk gastroskopi dan kolonoskopi, untuk membantu evaluasi kondisi saluran cerna secara menyeluruh.

Pada kasus yang telah berkembang menjadi kanker kolorektal atau keganasan saluran cerna lainnya, pendekatan bedah digestif dapat menjadi bagian dari terapi komprehensif.

dr. Mudatsir, SpB Subsp. BD(K), menjelaskan bahwa penanganan kanker saluran cerna bersifat individual.

“Strategi terapi ditentukan berdasarkan kondisi pasien, ukuran tumor, dan luas penyebarannya. Jika belum terjadi metastasis luas, operasi kuratif dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kekambuhan,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat

Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat

Health | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:16 WIB

Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata

Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata

Health | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:08 WIB

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Opini | Rabu, 04 Februari 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB