Soal Otak: Perempuan Empat Tahun Lebih Muda Dibandingkan Lelaki

RR Ukirsari Manggalani, Firsta Nodia

Rabu, 06 Februari 2019 | 09:30 WIB
Soal Otak: Perempuan Empat Tahun Lebih Muda Dibandingkan Lelaki
Ilustrasi otak [Shutterstock].

Suara.com - Dibandingkan murid lelaki, murid perempuan cenderung lebih berprestasi di kelas. Bahkan, umumnya juara kelas didominasi oleh murid perempuan. Kini penelitian pun mengungkap alasan di baliknya.

Menurut penelitian yang dilakukan Washington University, Amerika Serikat, otak perempuan empat tahun lebih muda dibandingkan lelaki. Itu sebabnya perempuan lebih memiliki daya ingat yang tajam dibandingkan laki-laki.

"Bukan berarti otak lelaki menua lebih cepat. Akan tetapi otak lelaki tumbuh lebih cepat di awal sehingga lebih tua dibandingkan perempuan," ujar ilmuwan Dr. Manu Goyal dari Fakultas Kedokteran Washington University.

Manu Goyal menambahkan, mungkin hal ini bisa menjadi jawaban mengapa otak perempuan tidak mengalami penurunan kognitif di usia pertengahan. Hal ini juga bisa menjadi alasan, mengapa lelaki umumnya lebih pelupa dibandingkan perempuan.

Untuk mengarah pada temuan ini, Manu Goyal dan rekan peneliti melakukan pemindaian otak dari 121 perempuan dan 84 lelaki. Pemindaian ini dilakukan guna melacak cara oksigen dan glukosa mengalir melalui otak mereka pada usia yang berbeda.

"Tubuh kita menggunakan sepasang bahan kimia yakni oksigen dan gula untuk pertumbuhan otak sejak anak-anak hingga dewasa, melalui proses yang dikenal sebagai glikolisis aerob. Saat dewasa, semakin sedikit glukosa yang dipompa melalui otak dsn stagnan di usia 60 tahun," ujar Manu Goyal.

Tim menggunakan perhitungan algoritma untuk menebak usia orang berdasarkan jumlah oksigen dan glukosa yang mengalir melalui otak mereka. Algoritma menunjukkan bahwa pada rata-rata otak perempuan yang dipindai, berusia sekitar 3,8 tahun lebih muda dari usia kronologis mereka sebenarnya.

"Tingkat glikolisis yang lebih tinggi menjadi alasan mengapa perempuan tidak rentan terhadap kehilangan memori dan penyakit otak seiring bertambahnya usia," imbuhnya.

Penuaan otak sendiri dikaitkan dengan penurunan metabolisme otak secara bertahap yang bisa menyebabkan masalah di kemudian hari, dan para ilmuwan berharap suatu hari mampu memperlambatnya dengan obat-obatan canggih atau terapi otak.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengalaman Hidup Bikin Otak Menua

Pengalaman Hidup Bikin Otak Menua

Health | Selasa, 18 Juli 2017 | 16:00 WIB

Lindungi Kesehatan Otak, Yuk Main Musik!

Lindungi Kesehatan Otak, Yuk Main Musik!

Health | Minggu, 04 Juni 2017 | 13:27 WIB

Studi: Ganja Bisa Bikin Otak Kembali Muda

Studi: Ganja Bisa Bikin Otak Kembali Muda

Tekno | Jum'at, 12 Mei 2017 | 20:26 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB