Waspada, Risiko Stroke dan Jantung Tetap Ada Meski Minum Soda Diet

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Waspada, Risiko Stroke dan Jantung Tetap Ada Meski Minum Soda Diet
Soda diet teap mengandung risiko menyebabkan stroke dan serangan jantung. (Shutterstock)

Soda diet tetap berisiko memicu serangan jantung dan stroke.

Suara.com - Waduh, Risiko Stroke dan Jantung Tetap Ada Meski Minum Soda Diet

Mengonsumsi minuman soda ataupun jus berlabel diet alias rendah kalori menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menjalani hidup sehat.

Namun menurut penelitian, minuman berlabel diet ini tetap berisiko memicu serangan jantung dan stroke.

Penelitian yang melibatkan 81 ribu responden perempuan pasca menopause ini menemukan bahwa perempuan usia paruh baya yang mengonsumsi minuman soda rendah kalori berisiko lebih tinggi terkena stroke dan penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

"Setelah tindak lanjut rata-rata hampir 12 tahun dari penelitian awal, kami menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi dua atau lebih minuman manis berlabel diet dalam sehari berisiko 23 persen lebih tinggi mengalami semua jenis stroke, dan 31 persen mengalami stroke akibat pembekuan darah di pembuluh darah otak," ujar Yasmin Mossavar, peneliti utama dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein, dikutip dari Time.

Peningkatan risiko itu, kata Mossavar, sangat memprihatinkan karena sebagian besar stroke terjadi pada pembuluh darah yang lebih kecil di otak. Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa mengalami stroke berulang di pembuluh yang lebih kecil ini meningkatkan risiko demensia.

"Temuan ini menunjukkan bahwa kita seharusnya tidak menganggap minuman diet tidak berbahaya ketika dikonsumsi dalam jumlah tinggi," imbuh dia.

Ilustrasi minuman soda. (Shutterstock)
Soda diet tetap berisiko bahaya bagi jantung dan stroke. (Shutterstock)

Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan risiko ini adalah kandungan pemanis buatan yang terdapat dalam minuman berlabel diet.

Penelitian pada hewan, kata Mossavar menunjukkan bahwa senyawa seperti sakarin dan aspartam dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam memecah glukosa yang memicu diabetes, penyakit jantung dan stroke.

"Pemanis buatan dapat mengubah bakteri yang hidup di usus, yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengontrol glukosa," imbuh dia.

Mossavar pun mengatakan dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuannya, termasuk membuktikan kaitan pemanis buatan dalam minuman berlabel diet dengan risiko stroke.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS