Waspada, Risiko Stroke dan Jantung Tetap Ada Meski Minum Soda Diet

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Jum'at, 15 Februari 2019 | 17:01 WIB
Waspada, Risiko Stroke dan Jantung Tetap Ada Meski Minum Soda Diet
Soda diet teap mengandung risiko menyebabkan stroke dan serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Waduh, Risiko Stroke dan Jantung Tetap Ada Meski Minum Soda Diet

Mengonsumsi minuman soda ataupun jus berlabel diet alias rendah kalori menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menjalani hidup sehat.

Namun menurut penelitian, minuman berlabel diet ini tetap berisiko memicu serangan jantung dan stroke.

Penelitian yang melibatkan 81 ribu responden perempuan pasca menopause ini menemukan bahwa perempuan usia paruh baya yang mengonsumsi minuman soda rendah kalori berisiko lebih tinggi terkena stroke dan penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

"Setelah tindak lanjut rata-rata hampir 12 tahun dari penelitian awal, kami menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi dua atau lebih minuman manis berlabel diet dalam sehari berisiko 23 persen lebih tinggi mengalami semua jenis stroke, dan 31 persen mengalami stroke akibat pembekuan darah di pembuluh darah otak," ujar Yasmin Mossavar, peneliti utama dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein, dikutip dari Time.

Peningkatan risiko itu, kata Mossavar, sangat memprihatinkan karena sebagian besar stroke terjadi pada pembuluh darah yang lebih kecil di otak. Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa mengalami stroke berulang di pembuluh yang lebih kecil ini meningkatkan risiko demensia.

"Temuan ini menunjukkan bahwa kita seharusnya tidak menganggap minuman diet tidak berbahaya ketika dikonsumsi dalam jumlah tinggi," imbuh dia.

Ilustrasi minuman soda. (Shutterstock)
Soda diet tetap berisiko bahaya bagi jantung dan stroke. (Shutterstock)

Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan risiko ini adalah kandungan pemanis buatan yang terdapat dalam minuman berlabel diet.

Penelitian pada hewan, kata Mossavar menunjukkan bahwa senyawa seperti sakarin dan aspartam dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam memecah glukosa yang memicu diabetes, penyakit jantung dan stroke.

baca juga

"Pemanis buatan dapat mengubah bakteri yang hidup di usus, yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengontrol glukosa," imbuh dia.

Mossavar pun mengatakan dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuannya, termasuk membuktikan kaitan pemanis buatan dalam minuman berlabel diet dengan risiko stroke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Sama, Rasa Soda di Botol Kaca Berbeda dengan di Botol Plastik

Varian Sama, Rasa Soda di Botol Kaca Berbeda dengan di Botol Plastik

Lifestyle | Kamis, 14 Februari 2019 | 17:49 WIB

Marini Zumarnis Bersyukur Bisa Rawat Ibunda Selama 7 Tahun

Marini Zumarnis Bersyukur Bisa Rawat Ibunda Selama 7 Tahun

Entertainment | Jum'at, 08 Februari 2019 | 20:38 WIB

Marini Zumarnis Tegaskan Ibunda Stroke Selama 7 Tahun, Bukan Koma

Marini Zumarnis Tegaskan Ibunda Stroke Selama 7 Tahun, Bukan Koma

Entertainment | Jum'at, 08 Februari 2019 | 16:58 WIB

Manfaat Buah Nangka, Tinggi Antioksidan Hingga Baik untuk Jantung

Manfaat Buah Nangka, Tinggi Antioksidan Hingga Baik untuk Jantung

Health | Jum'at, 08 Februari 2019 | 13:04 WIB

Tampak Mirip, Begini Cara Membedakan Serangan Panik dan Serangan Jantung

Tampak Mirip, Begini Cara Membedakan Serangan Panik dan Serangan Jantung

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 14:48 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×