Mewarnai Bisa Jadi Terapi Untuk Mengobati Trauma Pada Anak

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 17 Februari 2019 | 19:00 WIB
Mewarnai Bisa Jadi Terapi Untuk Mengobati Trauma Pada Anak
Mewarnai Bisa Jadi Terapi Untuk Mengobati Trauma Pada Anak. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Seni mewarnai ternyata dapat menjadi media terapi yang sudah mulai berkembang sejak tahun 1930-an di mancanegara. Dan cara ini ternyata sudah cukup sering digunakan pada penanganan kasus trauma.

Seseorang yang pernah mengalami peristiwa traumatik seringkali merasa terguncang jiwanya bahkan jauh setelah peristiwa buruk berlalu, khususnya pada anak-anak.

Hal inilah yang membuat Rumah Amalia sebagai rumah belajar bagi anak yatim dan duafa, mengadakan kegiatan seni mewarnai untuk anak-anak asuhannya yang berusia 4-10 tahun.

"Pada dasarnya kenapa menggunakan seni mewarnai sebagai terapi, karena anak-anak ini, yang usianya rata-rata masih duduk di bangku TK hingga kelas 4 SD, jarang yang bisa mengungkapkan perasaannya secara verbal. Dengan media mewarnai ini, anak-anak Rumah Amalia yang rata-rata memiliki trauma, seperti ditinggal orangtuanya, karena pergi atau meninggal dunia, bisa mengeksplor apa sih yang mereka rasakan," jelas konselor keluarga dan pemerhati anak, Muhammad Agus Syafii, saat ditemui Suara.com di Rumah Amalia, Ciledug, Tangerang, Minggu (17/2/2019).

Pada kasus trauma, lanjut lelaki yamg juga sebagai pendiri Rumah Amalia ini, mereka yang mengalami trauma seringkali sangat sulit untuk menceritakan rincian pengalaman traumatiknya. Ketika bercerita, misalnya, anak-anak menjadi mengingat kembali pengalamannya, dan merasakan seolah pengalaman itu terulang kembali.

Mewarnai Bisa Jadi Terapi Untuk Mengobati Trauma Pada Anak. (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Mewarnai Bisa Jadi Terapi Untuk Mengobati Trauma Pada Anak. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Penghindaran atau rasa ingin cepat-cepat kabur dari sesi terapi sering terjadi karena ketidaksanggupan mereka mengendalikan dirinya. Rasa ngeri, takut, cemas bercampur aduk sehingga menghambat proses terapi.

Saat terapi dengan media seni mewarnai sedang berlangsung, anak-anak diminta untuk menuangkan pikiran, ingatan, emosi, dan apapun yang sedang dirasakannya ke dalam sebuah media, umumnya kertas sebagai alas, cat, pensil warna, krayon sebagai alat gambar.

"Saat mereka mewarnai, mereka berani memilih warna, apalagi saat dilakukan bersama-sama dengan yang lain. Mereka berproses membuat seni mewarnai ini penuh dengan kebebasan berekspresi dan juga bebas dari penilaian bagus atau jeleknya karya itu, maka pada saat itulah ia sedang merefleksikan dirinya," ungkap dia.

Keseruan menggunakan seni mewarnai dalam proses terapi ini, lanjut lelaki yang akrab disapa 'Kak Agus' ini, merupakan senjata ampuh ketika terapis berhadapan dengan anak-anak, namun seiring berjalannya waktu, ternyata bukan hanya anak yang menikmati seni mewarnai sebagai media terapi, tetapi juga orang dewasa.

Karakter terapi seni mewarnai menyediakan wadah ekspresi yang bebas, tanpa penghakiman, dapat melibatkan warna-warna ceria, dan mendorong keaktifan koordinasi mata dan gerak anggota badan lainnya menjadikan proses terapi lebih dinamis dan tidak melulu diisi dengan kegiatan berbincang.

Oleh sebab itulah, terapi berbasis seni visual cenderung lebih disukai, sehingga membantu kelancaran proses terapi secara keseluruhan.

Tentu terdapat pertimbangan ketika memilih terapi seni untuk menangani kasus trauma. Terapi seni mewarnai menyediakan wadah untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, pengalaman, tekanan dalam diri, maupun emosi yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Tahan Di-bully, Bocah 7 Tahun Buat Catatan Bunuh Diri

Tak Tahan Di-bully, Bocah 7 Tahun Buat Catatan Bunuh Diri

Health | Kamis, 14 Februari 2019 | 20:27 WIB

Gadis Trauma Usai Tonton Video Porno, Ternyata Pemainnya Ibu dan Ayah

Gadis Trauma Usai Tonton Video Porno, Ternyata Pemainnya Ibu dan Ayah

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 14:04 WIB

Jadi Korban Bullying, Isi Surat Gadis Asia Ini Menyentuh Hati

Jadi Korban Bullying, Isi Surat Gadis Asia Ini Menyentuh Hati

Lifestyle | Kamis, 10 Januari 2019 | 17:00 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB