Kenali Ciri-ciri Nyamuk Penular Penyakit DBD dan Kaki Gajah

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Selasa, 19 Februari 2019 | 17:26 WIB
Kenali Ciri-ciri Nyamuk Penular Penyakit DBD dan Kaki Gajah
Nyamuk aedes aegypti. (Dok: Shutterstock)

Suara.com - Kenali Ciri-ciri Nyamuk Penular Penyakit DBD dan Kaki Gajah.

Jenis nyamuk yang ada di Indonesia cukup banyak. Bahkan menurut Prof. Drh. Upik Kesumawati Hadi, MS. PhD., Kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Permukiman (UKPHP) Institut Pertanian Bogor, jumlahnya mencapai 457 jenis.

Jenis nyamuk terbanyak adalah Aedes yang belakangan menjadi perbincangan karena menjadi vektor penular demam berdarah dengue. Meski jenisnya cukup banyak, namun tidak semua nyamuk mengganggu manusia.

"Sebagian besar berperan sebagai rantai makanan. Tapi sebagian lagi hidup di pemukiman manusia karena manusia menyediakan tempat hidup nyamuk. Ada air, ada limbah. Dan sering kita abai terhadap kebersihan lingkungan sehingga nyamuk berkembang biak," ujar drh Upik dalam temu media di Jakarta, (19/2/2019).

Selain itu, ventilasi yang buruk jadi daya tarik nyamuk untuk berkembang biak. Itulah, kata drh Upik yang menyebabkan mengapa nyamuk selalu ada di lingkungan manusia. Ketika manusia peduli dengan kebersihan lingkungan, maka rumah akan terbebas dari nyamuk.

Drh Upik pun menjelaskan beberapa jenis nyamuk yang dapat menjadi vektor penular penyakit. Untuk penyakit DBD misalnya ditularkan oleh dua jenis nyamuk Aedes, yakni Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Meski tampak mirip, kedua nyamuk Aedes ini memiliki tanda di punggung yang berbeda.

"Kalau aedes aegypti ada bercak putih di punggung, kalau aedes albopictus garis putih. Tempat mereka mengigit manusia juga berbeda. Kalau aedes aegypti di dalam rumah, sedangkan yang di luar rumah aedes albopictus," imbuh dia.

Ada pula jenis nyamuk Culex Quinquefasciatus atau juga disebut nyamuk rumah. Warnanya cokelat kemerahan. Nyamuk ini merupakan vektor penular penyakit kaki gajah.

"Aedes aegypti dan Aedes Albopictus berkembang di wadah yang bersih. Kalau Culex banyak berkembang biak di selokan yang airnya tergenang. Aktif menggigitnya di malam hari," imbuh dia.

baca juga

Populasi nyamuk yang juga cukup banyak mengigit manusia adalah Anopheles. Nyamuk yang banyak ditemukan di persawahan atau pegunungan ini menjadi vektor penular penyakit malaria. "Di kota nggak ada nyamuk anopheles," imbuhanya.

Menurut drh Upik, meski sulit untuk diberantas, nyamuk-nyamuk vektor penular penyakit ini harus dikendalikan jumlahnya agar tidak mengganggu manusia.

Cara pengendaliannya pun bermacam-macam, termasuk melakukan 3M plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah, dan melakukan upaya pencegahan lain, termasuk menggunakan produk anti nyamuk.

"Tapi yang perlu diperhatikan kalau di rumah kita melakukan 3M plus tapi tetangga kita tidak, ya percuma. Karena nyamuk akan datang kalau di rumah kita banyak orang. Apalagi nyamuk suka aroma CO2 yang dihasilkan manusia. Jadi kita semua harus aware," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anda Harus Tahu, Begini Cara Nyamuk DBD Pilih Tempat Berkembang Biak

Anda Harus Tahu, Begini Cara Nyamuk DBD Pilih Tempat Berkembang Biak

Health | Rabu, 13 Februari 2019 | 21:56 WIB

Cegah Infeksi Penyakit dari Nyamuk, Peneliti AS Akan Gunakan Obat Diet

Cegah Infeksi Penyakit dari Nyamuk, Peneliti AS Akan Gunakan Obat Diet

Health | Minggu, 10 Februari 2019 | 20:29 WIB

Cegah DBD Menyerang Keluarga, Jangan Gantung Pakaian di Kamar Ya!

Cegah DBD Menyerang Keluarga, Jangan Gantung Pakaian di Kamar Ya!

Health | Rabu, 30 Januari 2019 | 18:48 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×