Cegah Infeksi Penyakit dari Nyamuk, Peneliti AS Akan Gunakan Obat Diet

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 10 Februari 2019 | 20:29 WIB
Cegah Infeksi Penyakit dari Nyamuk, Peneliti AS Akan Gunakan Obat Diet
Cegah penyakit, nyamuk diberikan obat diet oleh peneliti? (Shutterstock)

Suara.com - Cegah Infeksi Penyakit dari Nyamuk, Peneliti AS Akan Gunakan Obat Diet

Sekelompok ilmuwan dari Amerika Serika mengklaim telah menemukan cara untuk mengurangi infeksi penyakit dari nyamuk. Caranya, dengan memberikan obat diet kepada nyamuk. Lho, kok?

Dilansir BBC, peneliti dari Universitas Rockefeller di New York City menyebut obat diet yang awalnya hanya diperuntukkan untuk manusia dapat membuat nyamuk merasa kenyang dan kembung, hingga menunda mereka untuk menyedot darah manusia.

Dengan begitu, tambah peneliti, penyebaran penyakit seperti Zika, DBD, demam kuning, dan malaria akan berkurang.

Studi sendiri telah diterbitkan oleh jurnal Cell dan percobaan dilakukan pada nyamuk Aedes aegypti.

Caranya, peneliti memberi makan berupa campuran air garam dan obat diet kepada nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk jenis tersebut dikenal sangat tertarik pada darah manusia karena mengandung protein yang mereka butuhkan untuk menghasilkan telur.

Setelah diberi makan, ketertarikan pada darah manusia akan menjadi hilang, dan membuat selera makan nyamuk terhadap darah menurun selama beberapa hari.

Tim peneliti mengatakan temuan mereka dapat memiliki implikasi besar untuk penelitian di masa depan.

Ilustrasi nyamuk. [Shutterstock]
Cegah penyakit, nyamuk dipaksa diet oleh peneliti. [Shutterstock]

"Kami mulai kehabisan ide untuk menangani serangga yang menyebarkan penyakit, dan ini adalah cara yang benar-benar baru untuk berpikir tentang pengendalian serangga," kata penulis senior Leslie Vosshall, kepala laboratorium neurogenetika di Universitas Rockefeller.

Pemimpin penelitian, Laura Duvall mengatakan fokus pada selera nyamuk adalah ide yang baik karena terkesan alami. Tetapi ini bukan solusi terbaik untuk membasmi serangga karena efek obat tidak permanen.

"Kami beberapa langkah lagi dapat menggunakan ini di lapangan, dan kami akan selalu membutuhkan strategi pelengkap lainnya di samping ini," kata Duvall.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah DBD Menyerang Keluarga, Jangan Gantung Pakaian di Kamar Ya!

Cegah DBD Menyerang Keluarga, Jangan Gantung Pakaian di Kamar Ya!

Health | Rabu, 30 Januari 2019 | 18:48 WIB

Demam Berdarah Ancam Sulawesi Utara, Tiga Orang Meninggal

Demam Berdarah Ancam Sulawesi Utara, Tiga Orang Meninggal

Health | Jum'at, 11 Januari 2019 | 10:35 WIB

7 Alasan Bikin Kamu Lebih Sering Digigit Nyamuk

7 Alasan Bikin Kamu Lebih Sering Digigit Nyamuk

Health | Selasa, 13 November 2018 | 19:00 WIB

Tak Cukup Dibunuh, Nyamuk Mendapatkan Perlakuan Seperti Ini

Tak Cukup Dibunuh, Nyamuk Mendapatkan Perlakuan Seperti Ini

Tekno | Kamis, 27 September 2018 | 20:15 WIB

Awas untuk Lelaki, Gigitan Nyamuk Ini Bisa Bikin Skrotum Bengkak

Awas untuk Lelaki, Gigitan Nyamuk Ini Bisa Bikin Skrotum Bengkak

Health | Selasa, 25 September 2018 | 21:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB