Anak Rewel karena Sindrom Tumbuh Gigi? Ini Cara Mengatasinya

Vika Widiastuti
Anak Rewel karena Sindrom Tumbuh Gigi? Ini Cara Mengatasinya
Ilustrasi bayi tumbuh gigi. (Pixabay/Mojpe)

Meskipun ini adalah proses alami, ada beberapa cara yang bisa membantu meringankan ketidaknyamanan si kecil.

Suara.com - Menurut American Dental Association, teething syndrome atau sindrom tumbuh gigi biasanya dialami bayi ketika berusia antara 6 hingga 12 bulan. Ini adalah proses normal yang dialami bayi.

Namun, normalnya, anak harus memiliki sebanyak 20 gigi primer saat usianya menginjak 3 tahun.

Pada dasarnya, bayi dilahirkan dengan gigi lengkap di bawah gusinya. Selama tahun pertama kehidupan, gigi-gigi ini mulai muncul menembus gusi. Gigi-gigi ini menembus gusi secara bertahap. Biasanya, gigi seri bawah tumbuh pertama kali, diikuti oleh gigi seri atas.

Lalu sisanya akan mulai tumbuh menembus gusi dalam periode tiga tahun. Namun, beberapa anak ada yang sudah tumbuh gigi lengkap setelah usia 2 tahun.

Nah, yang perlu bunda tahu adalah bahwa selama tumbuh gigi setiap bayi memiliki campuran gejala yang unik. Gejala yang paling umum adalah iritabilitas ringan (gampang marah/rewel) dan kurang nafsu makan.

Gejala tumbuh gigi lainnya yaitu si kecil mulai ngiler, mengunyah benda padat, rewel, mudah marah, kehilangan selera makan, gusi merah, dan bengkak.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat mengalami sindrom tumbuh gigi?

Bayi makan buah. (Pixabay/3217138)
Bayi makan buah. (Pixabay/3217138)

Meskipun tumbuh gigi adalah proses alami, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membantu meringankan ketidaknyamanan si kecil. Dilansir HiMedik dari healthline, bunda dapat mencoba menggosok gusinya dengan waslap basah atau jari, tapi pastikan semuanya bersih ya.

Selain itu, bunda juga bisa berikan mainan cincin tumbuh gigi untuk meringankan ketidaknyamanan. Untuk efek yang lebih menyejukkan, bunda bisa simpan dulu dalam kulkas.

Dengan begitu, saat si kecil mengunyah, mainan tidak hanya memberikan tekanan pada gusi, tapi juga kesejukan yang menenangkan. Ingat, cukup dinginkan ya bun, bukan dibekukan.

Setelah itu, perkenalkan pada makanan yang lebih keras, seperti buah atau sayuran. Namun, saat si kecil menyantapnya, pastikan tetap bersamanya untuk memantau dan mencegah tersedak.

Masalahnya, banyak orang tua percaya bahwa demam tinggi dan diare juga merupakan gejala tumbuh gigi, padahal faktanya tidak demikian. Oleh sebab itu, hubungi dokter anak jika mengalami demam, diare, atau jika si kecil terus merasa tidak nyaman. (HiMedik.com/Dwi Citra Permatasari Sunoto)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS