Array

Anak Rewel karena Sindrom Tumbuh Gigi? Ini Cara Mengatasinya

Vika Widiastuti Suara.Com
Rabu, 20 Februari 2019 | 07:34 WIB
Anak Rewel karena Sindrom Tumbuh Gigi? Ini Cara Mengatasinya
Ilustrasi bayi tumbuh gigi. (Pixabay/Mojpe)

Suara.com - Menurut American Dental Association, teething syndrome atau sindrom tumbuh gigi biasanya dialami bayi ketika berusia antara 6 hingga 12 bulan. Ini adalah proses normal yang dialami bayi.

Namun, normalnya, anak harus memiliki sebanyak 20 gigi primer saat usianya menginjak 3 tahun.

Pada dasarnya, bayi dilahirkan dengan gigi lengkap di bawah gusinya. Selama tahun pertama kehidupan, gigi-gigi ini mulai muncul menembus gusi. Gigi-gigi ini menembus gusi secara bertahap. Biasanya, gigi seri bawah tumbuh pertama kali, diikuti oleh gigi seri atas.

Lalu sisanya akan mulai tumbuh menembus gusi dalam periode tiga tahun. Namun, beberapa anak ada yang sudah tumbuh gigi lengkap setelah usia 2 tahun.

Nah, yang perlu bunda tahu adalah bahwa selama tumbuh gigi setiap bayi memiliki campuran gejala yang unik. Gejala yang paling umum adalah iritabilitas ringan (gampang marah/rewel) dan kurang nafsu makan.

Gejala tumbuh gigi lainnya yaitu si kecil mulai ngiler, mengunyah benda padat, rewel, mudah marah, kehilangan selera makan, gusi merah, dan bengkak.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat mengalami sindrom tumbuh gigi?

Bayi makan buah. (Pixabay/3217138)
Bayi makan buah. (Pixabay/3217138)

Meskipun tumbuh gigi adalah proses alami, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membantu meringankan ketidaknyamanan si kecil. Dilansir HiMedik dari healthline, bunda dapat mencoba menggosok gusinya dengan waslap basah atau jari, tapi pastikan semuanya bersih ya.

Selain itu, bunda juga bisa berikan mainan cincin tumbuh gigi untuk meringankan ketidaknyamanan. Untuk efek yang lebih menyejukkan, bunda bisa simpan dulu dalam kulkas.

Baca Juga: Banyak Nyamuk, Ini Tips untuk Menggunakan Penolak Serangga Pada Anak

Dengan begitu, saat si kecil mengunyah, mainan tidak hanya memberikan tekanan pada gusi, tapi juga kesejukan yang menenangkan. Ingat, cukup dinginkan ya bun, bukan dibekukan.

Setelah itu, perkenalkan pada makanan yang lebih keras, seperti buah atau sayuran. Namun, saat si kecil menyantapnya, pastikan tetap bersamanya untuk memantau dan mencegah tersedak.

Masalahnya, banyak orang tua percaya bahwa demam tinggi dan diare juga merupakan gejala tumbuh gigi, padahal faktanya tidak demikian. Oleh sebab itu, hubungi dokter anak jika mengalami demam, diare, atau jika si kecil terus merasa tidak nyaman. (HiMedik.com/Dwi Citra Permatasari Sunoto)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI