Ingin Tahu Berapa Kali Manusia Bisa Kentut Dalam Sehari?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 26 Februari 2019 | 16:08 WIB
Ingin Tahu Berapa Kali Manusia Bisa Kentut Dalam Sehari?
Seberapa sering Anda kentut dalam sehari? (Shutterstock)

Suara.com - Ingin Tahu Berapa Kali Manusia Bisa Kentut Dalam Sehari?

Setiap manusia pasti akan kentut. Nyatanya, kentut alias flatulensi merupakan proses biologis normal yang terjadi pada setiap orang.

Kentut merupakan proses pembuangan gas berlebih dari perut, lambung, dan usus, melalui dubur. Dikutip Himedik dari Health24, Dr. Kyle Staller, ahli gastroenterologi dari Massachusetts General Hospital, mengatakan rata-rata manusia menghasilkan 1,5 liter gas per harinya.

Meski begitu, tidak ada jumlah pasti berapa kali seseorang bisa kentut dalam sehari.

Hal ini dikarenakan, jumlah gas yang keluar saat kentut bervariasi untuk setiap manusia dan sulit bagi dokter untuk memastikan angkanya.

Ada pemikiran bahwa lelaki cenderung memproduksi lebih banyak gas dibanding perempuan. Namun menurut Dr Bret Lashner, ahli gastroenterologi di Cleveland Clinic, hal tersebut ternyata hanya mitos.

"Penelitian belum menunjukkan bahwa produksi gas berkaitan dengan gender," katanya.

Dr Staller menambahkan bahwa lelaki dan perempuan pada dasarnya sama, yaitu kentut sekitar 20 kali dalam sehari dan hal itu normal.

Anda mungkin berpikir, itu terlalu banyak. Namun, kentut tidak hanya terjadi saat kita bangun, tetapi juga saat kita tidur.

Dijelaskan oleh Dr Ashkan Farhadi, ahli gastroenterologi di Orange Coast Memorial Medical Center, manusia memperoleh gas saat menghirup udara atau saat bakteri di usus mengeluarkan gas.

"Jika tubuh Anda tidak dapat menyerap atau mencerna nutrisi tertentu maka mereka akan pergi ke usus besar di mana bakteri alami yang hidup di sana akan 'berpesta' dan menghasilkan lebih banyak gas," terang Dr Staller.

Bakteri tersebut tidak berbahaya dan membantu manusia dalam mencerna makanan.

Ilustrasi bau kentut (Shutterstock).
Normalnya, manusia kentut 20 kali dalam sehari. (Shutterstock).

Beberapa orang mungkin berpikir, mengapa ia terlalu sering kentut. Pemicunya untuk setiap orang bisa saja berbeda.

Namun, Dr Staller menjelaskan, masalah yang cenderung dialami oleh banyak orang, yaitu FODMAP atau oligosakarida difermentasi, disakarida, monosakarida, dan poliol. FODMAP adalah makanan yang sulit dicerna dan biasanya menghasilkan gas yang berlebihan.

FODMAD terkandung dalam banyak makanan, bahkan yang sehat, seperti sayuran dan susu. Makanan tersebut akan dicerna oleh bakteri di usus besat sehingga menghasilkan gas yang lebih banyak.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Repsol Temukan Cadangan Gas di Musi Banyuasin Sumsel

Repsol Temukan Cadangan Gas di Musi Banyuasin Sumsel

Bisnis | Jum'at, 22 Februari 2019 | 18:56 WIB

Waduh, 5 Artis Cantik Ini Ketahuan Sering Kentut Sembarangan

Waduh, 5 Artis Cantik Ini Ketahuan Sering Kentut Sembarangan

Lifestyle | Kamis, 21 Februari 2019 | 14:19 WIB

NASA akan Kirim Kembali Manusia ke Bulan untuk Menetap?

NASA akan Kirim Kembali Manusia ke Bulan untuk Menetap?

Tekno | Rabu, 20 Februari 2019 | 16:00 WIB

Sumber Tenaga Biru Tiba di Kota Terdepan Wilayah Barat Indonesia

Sumber Tenaga Biru Tiba di Kota Terdepan Wilayah Barat Indonesia

Otomotif | Selasa, 11 Desember 2018 | 18:00 WIB

Bocah 1,5 Tahun Tewas Terlindas Mobil Pikap di Depan Warung Kakeknya

Bocah 1,5 Tahun Tewas Terlindas Mobil Pikap di Depan Warung Kakeknya

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 15:42 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB