Bukan Bersihkan Telinga, Ini Rupanya Fungsi Cotton Bud Saat Diciptakan

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Minggu, 24 Maret 2019 | 16:00 WIB
Bukan Bersihkan Telinga, Ini Rupanya Fungsi Cotton Bud Saat Diciptakan
Ilustrasi perempuan menggunakan cotton bud. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan Bersihkan Telinga, Ini Rupanya Fungsi Cotton Bud Saat Diciptakan.

Penggunaan cotton bud sudah sangat umum. Benda satu ini sering digunakan untuk membersihkan telinga dari kotoran. Namun, tahukah Anda jika cotton bud bisa berbahaya bagi telinga Anda?

Ya, cotton bud dibuat, awalnya bukanlah berfungsi untuk membersihkan kotoran telinga seperti yang Anda kira. National Health Service (NHS) menyatakan bahwa Anda tidak harus membersihkan kotoran telinga dengan cotton bud, jari-jari atau benda lain apapun itu.

Menurut penelitian baru yang dilakukan oleh YouGov, dari 1.730 yang disurvei untuk penelitian, lebih dari seperlimanya mengatakan bahwa satu-satunya yang mereka bersihkan dengan cotton budsl adalah telinga mereka.

Studi ini juga menemukan bahwa laki-laki lebih mungkin menggunakan cotton bud daripada perempuan untuk membersihkam kotoran telinga. Ada 31 persen lelaki yang mengaku melakukannya, dibandingkan dengan 14 persen perempuan.

Diciptakan oleh Leo Gerstenzang lelaki asal Amerika-Polandia pada tahun 1920-an, cotton bud awalnya dirancang sebagai produk kebersihan bayi.

Sejak saat itu, cotton bud telah digunakan untuk banyak tujuan, termasuk untuk merias wajah atau cat kuku, membersihkan barang-barang rumah tangga dan untuk kegiatan seni.

Sepertiga dari peserta studi mengatakan bahwa mereka menggunakan cotton bud untuk membersihkan barang-barang di rumah mereka, sementara seperempatnya menyatakan bahwa mereka menggunakannya untuk memperbaiki kesalahan cat kuku.

Seperlima juga mengatakan mereka menggunakan cotton bud untuk mengaplikasikan atau mengoreksi makeup, sementara 18 persen menggunakannya untuk seni dan kerajinan.

baca juga

Dari semua yang disurvei, hanya 12 persen yang ditemukan menggunakan cotton bud dengan benar, artinya mereka tidak pernah menggunakannya untuk menghilangkan kotoran dari telinga mereka.

Antara tahun 1990 dan 2010, lebih dari seperempat juta anak di Amerika Serikat (AS) dirawat di ruang gawat darurat rumah sakit karena cidera yang disebabkan oleh cotton buds. Diperkirakan lebih dari 13.000 anak-anak di AS dirawat di rumah sakit karena penggunaan cotton bud setiap tahun.

Pada bulan Februari 2017, dilaporkan bahwa perusahaan manufaktur Johnson and Johnson akan berhenti menjual cotton bud di setengah negara di dunia. Pengumuman itu dibuat setelah kampanye untuk memerangi polusi laut dilansir dari Independent.

Perusahaan menyatakan bahwa mereka akan menggunakan kertas, bukan plastik untuk gagang pada cotton bud.

Pada Januari 2018, pemerintah Skotlandia mengumumkan bahwa penjualan dan pembuatan cotton bud plastik akan dilarang di negara itu, dalam upaya untuk mengatasi sampah laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Foto Daun Telinga Dibuat Bolong Besar, Pakar Beri Tanggapan

Viral Foto Daun Telinga Dibuat Bolong Besar, Pakar Beri Tanggapan

Health | Rabu, 20 Maret 2019 | 16:06 WIB

Korek Kuping dengan Cotton Bud, Lelaki Ini Malah Kena Infeksi Otak

Korek Kuping dengan Cotton Bud, Lelaki Ini Malah Kena Infeksi Otak

Health | Jum'at, 15 Maret 2019 | 08:55 WIB

Cotton Bud Tersangkut di Telinga, Pria Ini Pingsan dan Kejang-kejang

Cotton Bud Tersangkut di Telinga, Pria Ini Pingsan dan Kejang-kejang

Health | Sabtu, 09 Maret 2019 | 10:12 WIB

Telinga Kemasukan Air, Coba Terapkan 5 Tips Ini

Telinga Kemasukan Air, Coba Terapkan 5 Tips Ini

Health | Senin, 04 Maret 2019 | 19:25 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×