Alasan Hemofilia Lebih Banyak Menyerang Anak Lelaki

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 04 April 2019 | 15:17 WIB
Alasan Hemofilia Lebih Banyak Menyerang Anak Lelaki
Hemofilia lebih banyak menyerang lelaki. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Hemofilia atau kelainan yang menyebabkan darah sukar membeku ternyata lebih banyak menyerang lelaki dibandingkan perempuan. Disampaikan Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA selaku Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia, penyakit ini diturunkan secara genetik lewat perempuan yang hanya berperan sebagai pembawa sifat atau carrier.

Ia menjelaskan, secara genetika, kromosom manusia terdiri dari dua macam. Laki-laki kombinasi X dan Y, sedangkan perempuan X dan X. Di dalam kromosom X, terdapat instruksi atau kode untuk membuat faktor pembekuan. Namun pada penderita hemofilia, kromosom X menderita kerusakan sehingga tidak memiliki faktor pembekuan darah.

"Kalau laki-laki kromosom X terjadi kerusakan, maka dia langsung terkena hemofilia, karena di kromosom Y tidak ada kode pembuat faktor pembekuan darah. Kalau perempuan X-nya rusak, masih punya kromosom X satu lagi yang sehat sehingga hanya bersifat sebagai pembawa sifat," ujar dr. Djajadiman dalam temu media di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Prof. Djajadiman menambahkan, pada perempuan pembawa sifat, biasanya tidak mengidap gejala seperti yang dialami penderita hemofilia di mana darah sulit membeku. Namun, ia berpeluang menurunkannya pada buah hatinya.

Penanganan gangguan hemofilia ini dulu dilakukan lewat transfusi darah dari pendonor. Tujuannya untuk menambah protein yang bersifat untuk membekukan darah. Tranfusi darah ini memakan waktu lama dan kerap mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Bahkan, kualitas hidupnya pun menurun karena reaksi alergi yang bisa didapat lewat darah pendonor.

Namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi kedokteran, pasien hemofilia kini mendapat pengobatan konsentrat faktor pembekuan darah yang bisa dilakukan secara mandiri oleh pasien dengan cara disuntik.

"Pengobatan hemofilia dari dulu sampai sekarang sudah banyak kemajuan. Pengobatan dulu dibiayai faskes, sekarang pemerintah lewat BPJS, sehingga penyandang hemofilia bisa diobati karena harga obat sangat mahal. Kalau tidak diobati sebaik-baiknya bisa terjadi kerusakan yang tidak bisa kita kembalikan, terutama masalah sendi yang menurunkan kualitas hidup pasien," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi : Orangtua Lebih Senang Punya Anak Perempuan

Studi : Orangtua Lebih Senang Punya Anak Perempuan

Health | Rabu, 07 November 2018 | 15:00 WIB

Kenapa Anak Lelaki Lebih Dekat ke Ibu dan Anak Perempuan ke Ayah?

Kenapa Anak Lelaki Lebih Dekat ke Ibu dan Anak Perempuan ke Ayah?

Health | Rabu, 07 Februari 2018 | 19:10 WIB

Memutus Mutasi Penyakit Genetik Lebih Dekat dari yang Diduga

Memutus Mutasi Penyakit Genetik Lebih Dekat dari yang Diduga

Health | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 20:00 WIB

Terkini

Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen

Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen

Riau | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:47 WIB

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya

Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis

Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB

4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking

4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:24 WIB

×