Fenomena Caleg Gagal Alami Gangguan Jiwa, Ini Komentar Dokter Jiwa

M. Reza Sulaiman

Senin, 22 April 2019 | 07:00 WIB
Fenomena Caleg Gagal Alami Gangguan Jiwa, Ini Komentar Dokter Jiwa
Caleg Partai Gerindra untuk DPRD Kabupaten Cirebon melakukan ritual rukiah agar tenang, karena perolehan suaranya tak mencapai target untuk lolos. [dok.Padepokan Anti Galau]

Suara.com - Fenomena Caleg Gagal Alami Gangguan Jiwa, Ini Komentar Dokter Jiwa

Usai perhelatan Pemilu 2019, kabar soal calon anggota legislatif (caleg) yang mengalami gangguan jiwa pun bermunculan di media sosial.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi dr. Andri, SpKJ, FAPM, psikiater dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera. Dalam keterangannya kepada wartawan, dr Andri mengaku mendapat banyak pertanyaan terkait kemungkinan seseorang mengalami gangguan jiwa setelah gagal jadi caleg.

"Selama menjelang #pilpres2019 dan #pilleg2019 yang dilangsungkan serentak tahun ini saya banyak mendapat pertanyaan baik dari kawan,sejawat dokter maupun wartawan terkait kemungkinan caleg gagal akan alami gangguan jiwa," ujarnya.

Menurut dr. Andri, ini sejatinya bukan hal aneh. Dalam kondisi gagal mencapai tujuan dan harapan yang diimpikan, menjadi caleg contohnya, seseorang bisa saja mengalami gangguan jiwa.

"Jika memang benar ada caleg gagal yang mengalami gejala gangguan jiwa maka itu adalah hal yang wajar, suatu reaksi mekanisme pertahanan psikologis dari seorang manusia yang mengalami kegagalan," urainya.

Gejala gangguan jiwa ini bisa muncul dengan beragam. Gelisah, putus asa, sedih berlarut, hingga marah-marah merupakan gejala umum yang bisa muncul pada pasien gangguan jiwa.

Dalam tahap lanjut, kondisi psikotik yang ditandai dengan halusinasi dan delusi juga bisa dialami oleh pasien gangguan jiwa.

Warga binaan penderita gangguan jiwa mengikuti lomba perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Pusat Rehabilitasi Orang dengan Gangguan Jiwa di Yayasan Galuh, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/8).
Ilustrasi Pusat Rehabilitasi Orang dengan Gangguan Jiwa di Yayasan Galuh, Bekasi, Jawa Barat. (Dok. Suara.com)

"Gejala-gejala ini jika hanya berlangsung sementara tidak bisa disebut sebagai gangguan jiwa yang akan menetap. Ini adalah suatu reaksi stres akut atau suatu gangguan penyesuaian," jelasnya.

baca juga

Pasien gangguan jiwa tidak menetap tak butuh perawatan dan pengobatan berkelanjutan. Dalam waktu kurang lebih dua minggu, dr Andri menyebut pasien gangguan jiwa tidak menetap ini bisa kembali ke dirinya semula.

Namun, jika gejala gangguan jiwa tersebut tak hilang dalam waktu dua minggu, patut dicurigai gangguan jiwa yang muncul menetap dan butuh perawatan lebih lanjut.

"Tentunya hal ini juga berkaitan dengan latar belakang psikologis dan bawaan genetik orang tersebut. Bisa saja kondisi ini mengarah ke kondisi gangguan jiwa lebih lanjut jika tidak membaik dalam waktu dua minggu dan akhirnya membuat kualitas hidup orang tersebut menurun," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejak Orang Tuanya Bercerai, Wiji Doyan Makan Jemari dan Isap Darah

Sejak Orang Tuanya Bercerai, Wiji Doyan Makan Jemari dan Isap Darah

Jatim | Sabtu, 20 April 2019 | 17:09 WIB

Agar Tak Stres Pasca Kalah Pemilu, Dokter Imbau Caleg Lakukan Hal Ini

Agar Tak Stres Pasca Kalah Pemilu, Dokter Imbau Caleg Lakukan Hal Ini

Health | Jum'at, 19 April 2019 | 16:26 WIB

Caleg Rawan Stres Pasca-Pemilu 2019, Ini 5 Cara Mudah Redakan Stres Pikiran

Caleg Rawan Stres Pasca-Pemilu 2019, Ini 5 Cara Mudah Redakan Stres Pikiran

Health | Jum'at, 19 April 2019 | 16:20 WIB

Terkini

Sidak Ombudsman Ungkap 11 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Sidak Ombudsman Ungkap 11 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 07:00 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

News | Jum'at, 25 September 2026 | 06:45 WIB

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 06:30 WIB

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

×