Agar Tak Stres Pasca Kalah Pemilu, Dokter Imbau Caleg Lakukan Hal Ini

Vania Rossa, Firsta Nodia

Jum'at, 19 April 2019 | 16:26 WIB
Agar Tak Stres Pasca Kalah Pemilu, Dokter Imbau Caleg Lakukan Hal Ini
Ilustrasi caleg stres pasca kalah pemilu. [shutterstock]

Suara.com - Agar tak stres pasca kalah pemilu, dokter imbau caleg lakukan hal ini.

Pasca Pemilu 2009, Kementerian Kesehatan merilis kasus baru gangguan jiwa. Hal ini terulang pada Pemilu 2014 lalu yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus gangguan jiwa baru. Ya, kekecewaan pasti dialami oleh para calon lesgislatif atau caleg yang gagal dalam pemilihan umum. 

Disampaikan Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD KGEH, MMB, dari FKUI RSCM, kecewa dan stres merupakan faktor utama yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan kejiwaan, yang pada gilirannya mengganggu fisik seseorang. Gangguan jiwa yang terjadi bisa ringan hingga berat. Gejalanya sendiri mulai dari sakit kepala, susah tidur, hingga nafsu makan menurun.

Pasien gangguan jiwa, sambung dia, juga bisa mengalami depresi sampai kondisi berat seperti psikosis akut.

"Berbagai gangguan sistem organ bisa terjadi akibat adanya faktor stres tersebut. Gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor psikis ini selanjutnya sering disebut sebagai gangguan psikosomatik yang sering dialami karena seseorang stres," ujar Dr. Ari dalam rilis resmi yang diterima Suara.com.

Dr. Ari melanjutkan, gangguan psikosomatik terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan saraf otonom, sistim-hormonal tubuh, gangguan organ-organ tubuh, serta sistim pertahanan tubuh. Berbagai kelainan organ yang terjadi dapat dihubungkan dengan faktor-faktor yang menyebabkan kelainan organ tersebut.

Berbagai keluhan yang dapat timbul saat seseorang mengalami stres antara lain sakit kepala, pusing melayang, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung dan otot terasa kaku, banyak keringat terutama pada ujung-ujung jari tangan dan kaki, ujung-ujung jari tangan dan kaki terasa dingin, serta gatal-gatal pada kulit tanpa sebab yang jelas.

"Mereka juga bisa mengalami nyeri dada, nyeri ulu hati, mual, perut kembung dan begah, serta diare. Gangguan yang terjadi akibat stres bisa multiorgan," terangnya panjang lebar.

Gejala fisik yang muncul tersebut, kata dr. Ari, bisa dipicu penyakit organik sebelumnya. Oleh karena itu memang harus dipastikan dulu bahwa tidak ada penyakit organik sampai mendapat kesimpulan kalau keluhan-keluhan yang timbul tersebut, karena penyakit psikosomatik yang dicetuskan oleh stres pasca kalah dalam pemilu.

baca juga

"Selain itu stres sendiri akan memperburuk penyakit-penyakit kronik yang sudah ada sebelumnya. Berbagai penyakit kronis yang dapat diperberat oleh adanya faktor stres, antara lain penyakit kencing manis, sakit jantung, stroke, hipertensi, penyakit rematik baik sendi maupun non sendi, gangguan seksual, gangguan buang air kecil, obesitas, kehilangan daya ingat, infertilitas, masalah tiroid (gondok), penyakit autoimun, asma bronkiale, serta sindrom usus iritabel," jelasnya merinci.

Lalu, bagaimana mengatasi keadaan ini? Dr. Ari mengimbau agar para peserta pemilu siap kalah dan siap menang. Itu berarti mereka siap menanggung dampak kekalahan yang mungkin terjadi. Selain itu, dari segi fisik, dr. Ari meminta agar peserta pemilu mengusahakan untuk tetap tidur dan makan teratur.

"Hindari rokok, minum alkohol, dan suplemen yang dampak memperburuk keadaan. Dampak stres akan bertambah buruk saat kita kelelahan. Keluarga harus selalu mendampingi dan tetap memberi semangat bagi caleg yang gagal, karena memang kans untuk jadi caleg itu memang kecil," lanjut dokter yang juga menjabat sebagai Dekan FKUI ini.

Dr. Ari juga mengimbau para sejawat untuk memahami kondisi yang terjadi ini. Selain mengobati fisik, para dokter juga diimbau turut memerhatikan masalah psikis pasien-pasien akibat dampak pemilu ini.

"Apa yang sedang terjadi ini adalah permainan dunia dan selalu ada yang menang dan kalah, yang penting adalah kita siap menerima kedua kemungkinan tersebut. Tetap pasrah dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena semua sudah ada jalannya," tutup dr. Ari bijak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Caleg Rawan Stres Pasca-Pemilu 2019, Ini 5 Cara Mudah Redakan Stres Pikiran

Caleg Rawan Stres Pasca-Pemilu 2019, Ini 5 Cara Mudah Redakan Stres Pikiran

Health | Jum'at, 19 April 2019 | 16:20 WIB

Diduga Stres, Admin Twitter Manchester City Berkicau Bahasa Planet

Diduga Stres, Admin Twitter Manchester City Berkicau Bahasa Planet

Bola | Kamis, 18 April 2019 | 16:11 WIB

Tenar Bukan Segalanya, Ariana Grande Alami Masalah Kesehatan Mental

Tenar Bukan Segalanya, Ariana Grande Alami Masalah Kesehatan Mental

Health | Rabu, 17 April 2019 | 15:16 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB