Menyentuh, Kisah Perempuan yang Tubuhnya Melar karena Kekurangan Kolagen

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 27 Mei 2019 | 07:05 WIB
Menyentuh, Kisah Perempuan yang Tubuhnya Melar karena Kekurangan Kolagen
Ilustrasi: perempuan sedih karena menderita penyakit langka. (Shutterstock)

Suara.com - Sara Geurts dari Minnesota, memiliki Ehlers Danlos Syndrome (EDS), yaitu gangguan jaringan ikat yang berarti tubuhnya kekurangan kolagen.

Sementara kebanyakan orang dengan EDS tidak menunjukkan tanda-tanda yang terlihat, pada kasus Sara. Dermatosparaxis EDS menyebabkan kulitnya melorot atau melar secara berlebihan.

Kondisi tersebut telah membuat dia tidak bisa tidur dan makan. Sara sekarang juga berusaha mengumpulkan uang untuk membantunya melakukan perawatan yang tepat.

Dengan harapan meningkatkan kesadaran akan kondisinya di tengah masyarakat, Sara menceritakan kisahnya itu di Instagram. Kisahnya yang diunggah di Instagram telah memperoleh lebih dari 76 ribu pengikut sebagai salah satu influencer citra tubuh.

Meski begitu, dia mengatakan masih menderita masalah kesehatan lainnya, dan beberapa tahun terakhir kondisinya menjadi salah satu yang paling sulit.

"Empat tahun terakhir dalam hidup saya, menjadi tahun-tahun terbaik yang pernah saya jalani, karena saya merasakan menjalani hidup sebagai diri saya yang asli dan diri saya yang otentik," cerita Sara dikutip dari Mirror.co.uk.

"Dan bagaimana perasaan saya tentang tubuh saya adalah saya ingin semua orang merasakan tubuhnya, terlepas dari keadaan atau apapun yang mengelilingi mereka," ungkapnya lagi.

"Mulai dari diakui dalam buku yang berbeda, hingga majalah, dengan Winnie Harlow, Wiz Khalifa, Mandy Moore, berbeda, tokoh-tokoh inspirasional seperti itu. Sudah pasti perjalanan saya mengasyikkan sejak saat itu," tambah Sara.

Sara pertama-tama mulai berpose untuk foto-foto di akun Instagram-nya, di mana pacar fotografernya, Bri Berglund yang berada di belakang kamera.

"Bri adalah orang yang menjadi inspirasi utama dalam hal apapun dan mendukung apa yang saya lakukan dalam hal mencintai tubuh saya dan mencintai diri sendiri," kata dia lagi.

"Kami memilih untuk menggunakan gejala gangguan saya melalui fotografi sebagai cara untuk membantu orang lain, karena EDS dikenal sebagai penyakit yang tidak terlihat, jenis kasus langka di mana saya terlihat. Dan itulah mengapa banyak orang di luar sana tidak mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan karena para dokter tidak dapat secara fisik melihat ada yang salah dengan mereka," ujarnya.

Gejala umum EDS termasuk hipermobilitas dan nyeri sendi, kelelahan, kulit kendur dan masalah pencernaan. Namun ia menjelaskan kalau penyakit langkanya itu bisa memberi pengaruh yang berbeda pada setiap penderita.

Sara mengaku saat usia enam atau tujuh tahun baru benar-benar menyadari kulitnya melar akibat kekurangan kolagen.
"Semua anak di lingkungan itu mengira aku sangat keren, karena aku memiliki kulit yang elastis. Antara usia delapan dan 10 tahun saya baru didiagnosis," kisah dia.

Akibat kondisi langkany itu, Sara mengaku sempat minder dan berupaya melakukan berbagai cara untuk menyembunyikan kondisi tubuhnya itu.

"Saya hanya ingin menutupinya. Saya tidak ingin ada orang yang bertanya kepada saya tentang hal itu. Saya mengenakan celana jins dan sweater di cuaca 90 derajat. Saya menolak pergi ke kolam renang. Saya tidak ingin mengenakan semua jenis pakaian renang, hanya karena aku tahu orang-orang akan melihatnya dan akan bertanya-tanya," ungkapnya panjang lebar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarkan Air Mata Darah, Lelaki Ini Derita Penyakit Langka

Keluarkan Air Mata Darah, Lelaki Ini Derita Penyakit Langka

Health | Senin, 20 Mei 2019 | 06:15 WIB

Virus Flu Menginfeksi Otak, Bocah Ini Koma karena Penyakit Langka

Virus Flu Menginfeksi Otak, Bocah Ini Koma karena Penyakit Langka

Health | Senin, 01 April 2019 | 19:32 WIB

Tak Pernah Merasakan Sakit Saat Terluka, Wanita Ini Alami Kondisi Langka

Tak Pernah Merasakan Sakit Saat Terluka, Wanita Ini Alami Kondisi Langka

Health | Kamis, 28 Maret 2019 | 18:31 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB