Kondisi Ani Yudhoyono Sempat Baik Sebelum Meninggal, Kenapa Bisa Terjadi?

Dinar Surya Oktarini, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 02 Juni 2019 | 08:45 WIB
Kondisi Ani Yudhoyono Sempat Baik Sebelum Meninggal, Kenapa Bisa Terjadi?
Warga Indonesia yang bermukim di Singapura mendoakan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono, di Kedutaan Besar Indonesia, di Singapura, Sabtu (1/6). [ANTARA FOTO]

Suara.com - Meninggalnya Ani Yudhoyono, istri Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono karena menderita kanker darah masih menjadi topik hangat. Ani Yudhoyono meninggal dunia dalam kondisi sudah tidak sadar di ruang ICU National University Hospital Singapura, kemarin, Sabtu (1/6).

Kabar meninggalnya Ani Yudhoyono ini pun sempat mengejutkan masyarakat Indonesia ketika pertama kali diumumkan. Pasalnya, Ani Yudhoyono sempat terlihat sehat dan berjalan-jalan keluar rumah sakit sebelum meninggal dunia.

Ani Yudhoyono pun sempat mengunggah fotonya berjalan-jalan di taman bersama SBY, anak, menantu dan cucu-cucunya di Instagram. Dalam unggahan itu istri SBY mengucapkan rasa syukurnya bisa melihat hijaunya daun dan cerahnya langit.

Tetapi, tak lama setelah itu kondisi Ani Yudhoyono ternyata mengalami penurunan. Ani Yudhoyono pun kembali masuk ruang ICU dengan kondisinya yang begitu cepat menurun, kehilangan kesadaran sampai akhirnya meninggal dunia.

Proses meninggalnya Ani Yudhoyono seperti itulah yang pastinya membuat keluarga dan masyarakat Indonesia terkejut mendengar kabar duka ini.

Presiden Joko Widodo bersama Presiden ke-3 RI BJ Habibie , Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, saat melayat almarhumah Ani Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Presiden Joko Widodo bersama Presiden ke-3 RI BJ Habibie , Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, saat melayat almarhumah Ani Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Sebenarnya banyak sekali kasus seperti Ani Yudhoyono yang sedang menderita penyakit serius lalu dinyatakan membaik dan tak lama kondisinya menurun hingga meninggal dunia.

Bahkan ada pula pasien dalam kondisi koma seketika sadar sebelum akhirnya meninggal dunia setelah beberapa jam atau hari. Kondisi orang sakit parah sempat membaik sebelum meninggal dunia ini disebut Terminal Lucidity.

Terminal lucidity ini mengacu pada kembalinya kondisi fisik, mental dan memori otak dalam waktu singkat sebelum meninggal dunia, karena menderita penyakit serius.

baca juga

Melansir dari melmagazine.com, istilah terminal lucidity ini dicetuskan oleh Michael Nahm, seorang ahli biologi dari Jerman yang melakukan penelitian tentang kasus ini di Institute for Frontier Areas of Psikologi dan Kesehatan Mental di Jerman.

Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, ia lantas mengetahui kondisi vitalitas dan kehidupan seseorang yang mendadak baik saat sakit parah sebelum meninggal dunia.

Secara garis besar tidak ada penjelasan medis yang mengetahui dari mana lonjakan vitalitas dan fungsional tubuh pasien yang sedang sakit parah mendadak baik sebelum meninggal.

Sebagian besar terjadi dalam hitungan jam, ada pula yang bisa bertahan untuk beberapa hari sebelum akhirnya mengalami penurunan drastis dan meninggal dunia.

Biasanya kondisi ini lebih sering dialami oleh pasien yang menderita alzheimer, meningitis, kerusakan otak, stroke atau koma.

Sementara itu, seorang penliti dilansir dari psi-escyclopedia.spr.ac.uk menyebutkan fenomena terminal lucidity ini menjadi dua varietas.

Pertama, tingkat ganguan mental yang menurun secara perlahan bersamaan dengan penurunan vitalitas tubuh. Varietas terminal lucidity yang pertama ini biasanya terjadi pada kasus skizofernia dan gangguan afektif lainnya yang sejenis.

Biasanya orang dalam kondisi tersebut kondisinya akan membaik secara tiba-tiba dalam waktu beberapa hari maupun bertahun-tahun sebelum meninggal dunia.

Kedua, pada kasus penyakit serius seperti alzheimer, tumor otak maupun gangguan neurologis lainnya masuk dalam varietas terminal lucidity kedua. Dalam kondisi ini pasien biasanya akan mengalami kesadaran dan kesehatan baik dalam waktu beberapa detik, menit atau jam sebelum meninggal dunia.

Kasus terminal lucidity yang seharusnya paling dicemaskan adalah pasien dalam kondisi sakit parah ini, karena bisa jadi ada neuro otak yang sudah rusak parah atau hancur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenang Momen SBY dan Ani Yudhoyono yang Jadi Inspirasi Pasangan Traveler

Mengenang Momen SBY dan Ani Yudhoyono yang Jadi Inspirasi Pasangan Traveler

Lifestyle | Minggu, 02 Juni 2019 | 17:02 WIB

Hindari Stres dan Cemas, Kondisi Ini Memicu dan Memperburuk Kanker Darah

Hindari Stres dan Cemas, Kondisi Ini Memicu dan Memperburuk Kanker Darah

Health | Minggu, 02 Juni 2019 | 10:00 WIB

Rumah Makan Klasik Ini Jadi Favorit Ani Yudhoyono di Surabaya

Rumah Makan Klasik Ini Jadi Favorit Ani Yudhoyono di Surabaya

Jatim | Minggu, 02 Juni 2019 | 05:05 WIB

Terkini

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:21 WIB

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Rampung Syuting, Lily Collins Pamitan dari Emily in Paris Musim Terakhir

Rampung Syuting, Lily Collins Pamitan dari Emily in Paris Musim Terakhir

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 12:18 WIB

0857 Kartu Apa? Ini Jawaban beserta Info Operator, Daerah, dan Tips Ceknya

0857 Kartu Apa? Ini Jawaban beserta Info Operator, Daerah, dan Tips Ceknya

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Bukan Cuma Mulus, OriginOS 7 Bawa AI Agent yang Bisa Kerjakan Tugas Lintas Perangkat

Bukan Cuma Mulus, OriginOS 7 Bawa AI Agent yang Bisa Kerjakan Tugas Lintas Perangkat

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 12:16 WIB

Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:16 WIB

Harumkah Bunga di Surga?

Harumkah Bunga di Surga?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:15 WIB

×