Anak Mengompol Bisa Jadi Gejala Diabetes Tipe 1, Ini Penjelasannya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 12 Juni 2019 | 06:25 WIB
Anak Mengompol Bisa Jadi Gejala Diabetes Tipe 1, Ini Penjelasannya
Kenali ciri-ciri diabetes pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Mengompol adalah hal yang biasa bagi anak-anak di bawah usia 7 tahun. Namun pada beberapa hal, mengompol bisa mengindikasikan sang anak menderita diabetes tipe 1.

Ini adalah kondisi kekebalan otomatis yang menyebabkan kadar glukosa (gula) dalam darah Anda menjadi terlalu tinggi. Itu terjadi ketika tubuh Anda berhenti memproduksi cukup hormon bernama insulin yang mengendalikan gula darah Anda.

Melansir eric.org.uk, gejalanya bisa termasuk rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, mengompol, penurunan berat badan, kelaparan, penglihatan kabur, sakit perut, muntah, sariawan, dan kelelahan.

Jika sang anak mengalami gejala ini, ada baiknya orangtua atau wali membawa sang anak ke dokter.

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sejak September 2009 hingga September 2018 terdapat 1213 kasus diabetes tipe 1 pada anak usia 0 hingga 18 tahun.

Ilustrasi anak tidur. [Shutterstock]
Ilustrasi anak tidur. [Shutterstock]

Sayangnya, seringkali dokter dan keluarga tidak sadar dengan tanda-tanda peringatan dini.

Identifikasi dini sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak dan orang muda yang mengembangkannya tidak menjadi sakit dengan Diabetic Ketoacidosis (DKA).

Di sinilah peningkatan kadar glukosa darah dapat menyebabkan tahap awal kerusakan organ jika tidak ditangani dengan cepat dan dikendalikan.

Tingkat glukosa darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Sebenarnya, penyebab dari diabetes tipe 1 ini tidak diketahui secara pasti. Namun, diabetes dianggap sebagai penyakit autoimun.

Sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel beta di pankreas . Ini adalah sel yang membuat insulin. Para ilmuwan tidak sepenuhnya memahami mengapa ini terjadi.

Elemen genetik dan lingkungan, seperti virus, dapat berperan, seperti yang dilansir dari Healthline.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Ramuan Kayu Manis dan Madu, Turunkan Gula Darah hingga Berat Badan

Minum Ramuan Kayu Manis dan Madu, Turunkan Gula Darah hingga Berat Badan

Health | Kamis, 06 Juni 2019 | 14:50 WIB

Ampuh Atasi Demam hingga Darah Tinggi, Ini Manfaat Minum Teh Kembang Sepatu

Ampuh Atasi Demam hingga Darah Tinggi, Ini Manfaat Minum Teh Kembang Sepatu

Health | Selasa, 14 Mei 2019 | 08:18 WIB

Penelitian: Puasa Bisa Cegah Kanker hingga Tingkatkan Fungsi Otak!

Penelitian: Puasa Bisa Cegah Kanker hingga Tingkatkan Fungsi Otak!

Health | Selasa, 07 Mei 2019 | 06:25 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB