3 Penyebab Perut Kembung saat Minum Kopi dan Cara Mengatasinya

Silfa Humairah Utami

Jum'at, 21 Juni 2019 | 13:30 WIB
3 Penyebab Perut Kembung saat Minum Kopi dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi penyebab perut kembung saat minum kopi. (Shutterstock)

Suara.com - 3 Penyebab Perut Kembung saat Minum Kopi dan Cara Mengatasinya.

Kopi kini menjadi minuman favorit bukan hanya untuk kalangan orang tua tapi juga anak muda. Namun tidak sedikit yang mengeluhkan perut kembung setelah minum kopi.

Bagi sebagian orang minum kopi saat pagi juga menjadi kebiasaan untuk membuat pagi melek dan semangat bekerja. Tapi apakah perut gembung saat minum kopi merupakan ada gangguan kesehatan tertentu? 

Berikut penyebab perut kembung setelah minum kopi dilansir Hello Sehat.

1. Sifat asam dari kopi

Kopi secara natural bersifat asam sehingga dapat memicu produksi cairan asam lambung. Saat asam lambung naik, maka perut akan menjadi terasa lebih penuh dan kembung.

Selain itu, kopi juga sebenarnya membuat Anda lebih sulit buang air besar, sehingga membuat isi perut menumpuk di dalam tubuh, termasuk gas. Hal ini yang membuat perut Anda kembung.

2. Campuran susu yang Anda tambahkan

Perut kembung setelah minum kopi dapat disebabkan oleh campuran susu sebagai pemanis kopi Anda. Namun pada beberapa orang yang punya intoleransi laktosa, susu bisa menyebabkan perut kembung setelah minum kopi bahkan hingga diare.

baca juga

3. Gula yang Anda gunakan dalam kopi

Anda suka kopi yang manis atau pahit? Kalau Anda suka kopi manis, berapa banyak gula yang Ada gunakan? Ternyata, terlalu banyak menggunakan gula justru membuat kondisi ini semakin parah. Makanan manis juga dapat memicu rasa penuh di area perut dan membuat Anda tak nyaman.

Masalah pencernaan

Mungkin sebelumnya Anda sudah mengalami gangguan pencernaan, kemudian diperparah dengan kebiasaan minum kopi. Gangguan pencernaan yang biasanya menimbulkan perut kembung contohnya gangguan asam lambung dan irritable bowel syndrome.

Lalu, adakah cara mencegah perut kembung setelah minum kopi?

Jika perut kembung yang Anda alami ini akibat kebiasaan minum kopi yang Anda lakukan setiap hari, maka hal yang paling tepat untuk mengatasinya adalah mengurangi frekuensi kebiasaan tersebut. Anda juga harus mengatur kapan Anda sebaiknya minum kopi.

Hindari minum kopi ketika perut kosong. Hal ini hanya akan membuat asam lambung naik dan kemudian muncul gejala perut kembung. Apalagi, jika Anda memang memiliki riwayat maag atau asam lambung naik, maka minum kopi sebelum makan adalah hal yang buruk.

Coba juga kurangi kadar gula yang Anda gunakan, serta hindari penggunaan susu bila Anda memang memiliki intoleransi laktosa.

Jika perut kembung saat minum kopi tak kunjung sembuh, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata, Anggapan Minum Kopi Sebabkan Masalah Jantung Hanya Mitos

Ternyata, Anggapan Minum Kopi Sebabkan Masalah Jantung Hanya Mitos

Health | Kamis, 13 Juni 2019 | 13:05 WIB

Minum Kopi Bikin Perut Mulas dan Ingin BAB, Ini Penjelasan Pakar

Minum Kopi Bikin Perut Mulas dan Ingin BAB, Ini Penjelasan Pakar

Health | Selasa, 21 Mei 2019 | 15:16 WIB

Konsumsi Kafein Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi Kafein Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung

Health | Senin, 13 Mei 2019 | 14:28 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB