Mewah dan Meriah, Pesta untuk Persalinan Caesar Bagi Perempuan di Brasil

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Selasa, 25 Juni 2019 | 08:55 WIB
Mewah dan Meriah, Pesta untuk Persalinan Caesar Bagi Perempuan di Brasil
Budaya pesta persalinan caesar tuai kontroversi di Brasil. (Shutterstock)

Kontroversi Operasi Caesar Tanpa Indikasi Medis

Di tengah fenomena ini, Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah lama berkampanye untuk mengurangi pilihan operasi caesar, yang sebenarnya disebut hampir dua kali lebih mematikan bagi ibu daripada kelahiran alami.

Apalagi operasi caesar membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama untuk ibu dan bayi. Belum lagi, biaya operasi caesar umumnya lebih mahal daripada melahirkan secara alami.

Jika berbicara tentang risiko kematian ibu, perdarahan dan infeksi lebih mungkin terjadi pada operasi caesar yang dilakukan tanpa alasan daripada dalam kelahiran alami.

Untuk bayi, operasi caesar telah dikaitkan dengan tingkat gangguan pernapasan, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

WHO memperkirakan bahwa sekitar 10 persen kelahiran membutuhkan operasi caesar.

Kementerian Kesehatan Brasil telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi apa yang disebutnya sebagai 'epidemi' Operasi caesar. Pada 2016, pemerintah melarang operasi caesar yang tidak perlu sebelum usia kehamilan 39 minggu.

Perempuan Brasil secara historis memiliki alasan kuat untuk takut akan kelahiran alami. Sistem kesehatan masyarakat di negara tersebut kurang meyakinkan, di mana dokter dan perawat tidak memiliki sumber daya untuk memonitor perempuan yang melahirkan secara alami di luar jam kerja mereka.

Inilah yang membuat operasi caesar banyak dipilih, karena prosedur ini memungkinkan staf untuk memonitor ibu secara ketat untuk waktu yang lebih singkat.

baca juga

Olimpio de Moraes Filho, presiden Federasi Kebidanan dan Ginekologi Brasil, mengatakan operasi caesar cocok dengan beberapa gaya hidup.

"Operasi caesar hari ini jauh lebih aman daripada 30 tahun yang lalu. Semuanya berubah. Perempuam banyak yang bekerja, pasnagan bisa menjadwalkan persalinan saat keluarga bisa berkumpul," kata dia.

Pada 2015, Linus Pauling Fascina, direktur bangsal bersalin di Einstein, memanggil dokter, doula, bidan, aktivis feminis, dan pejabat pemerintah juga untuk membahas cara-cara meningkatkan tingkat persalinan alami di rumah sakit swasta Brasil.

Kelompok ini meluncurkan Proyek Kelahiran Tepat, yang bermitra dengan 35 rumah sakit untuk memprioritaskan persalinan alami di antara para elit negara.

Salah satu langkah pertama mereka adalah membawa pengalaman mewah dan keluarga yang terkait dengan operasi caesar ke persalinan alami.

"Perubahan harus dimulai bukan hanya pada ibu tapi juga semua orang, keluarga mereka, tempat kerja mereka, dokter dan perawat. Banyak suami mengatakan 'Saya sedang bekerja, saya perlu tahu tanggal kelahiran bayi saya'. Mereka harus belajar, bahwa persalinan adalah tentang merencanakan sesuatu yang tidak bisa direncanakan," tutup Fascina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Angkat Paksa Tuba Falopinya, Wanita Ini Hancur Tidak Bisa Hamil Lagi

Dokter Angkat Paksa Tuba Falopinya, Wanita Ini Hancur Tidak Bisa Hamil Lagi

Health | Senin, 24 Juni 2019 | 19:15 WIB

Taruh Racikan Kunyit di Bekas Luka Operasi Caesar, Ibu Ini Kesakitan Parah

Taruh Racikan Kunyit di Bekas Luka Operasi Caesar, Ibu Ini Kesakitan Parah

Health | Selasa, 07 Mei 2019 | 13:28 WIB

Asri Welas Lahirkan Anak Ketiga, Ini Penyebab Bumil Kekurangan Air Ketuban

Asri Welas Lahirkan Anak Ketiga, Ini Penyebab Bumil Kekurangan Air Ketuban

Health | Senin, 15 April 2019 | 17:50 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×