Punya Kecerdasan Buatan, Komputer di Australia Kini Rancang Obat Influenza

Ade Indra Kusuma

Rabu, 03 Juli 2019 | 14:14 WIB
Punya Kecerdasan Buatan, Komputer di Australia Kini Rancang Obat Influenza
Ilustrasi flu. (shutterstock)

Suara.com - Punya Kecerdasan Buatan, Komputer di Australia Kini Rancang Obat Influenza.

Para ilmuwan di Australia mengatakan mereka telah menggunakan kecerdasan buatan untuk mengembangkan vaksin baru yang tangguh untuk melawan flu.

Tim dari Universitas Flinders yakin ini yang pertama kalinya komputer yang memiliki kecerdasan buatan ini mendesain obat baru untuk digunakan pada manusia.

Nama komputer itu adalah Sam, atau Search Algorithm for Ligands, dan para peneliti Australia mengatakan obat flu barunya adalah versi perawatan "turbo charged" yang sangat ampuh dari versi pengobatan yang ada saat ini.

Kunci teknologi itu adalah zat-zat yang membantu terapi yang sudah ada untuk bekerja lebih baik lagi guna mencegah infeksi.

Program kecerdasan buatan ini diberi informasi mengenai vaksin influenza yang sukses dan yang tidak sukses dan tidak mendapat bantuan apapun dari ilmuwan di Universitas Flinders. Mereka mengatakan ini adalah awal dari 'era baru' dalam penelitian kecerdasan buatan.

“Kami mengamati obat yang sukses, contoh obat yang tidak sukses atau gagal dan menunjukkan semuanya kepada program kecerdasan buatan (artificial intelligence atau "A.I") yang disebut Sam. A.I muncul dengan analisanya sendiri mengenai kemungkinan zat yang efektif yang kemudian kami amati dan uji, dan benar berhasil," seru Dr Nikolai Petrovsky ilmuwan dari Universitas Flinders di Adelaide seperti mengutip VOAIndonesia

Uji klinis akan segera dimulai pada 240 relawan di Amerika yang disponsori oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, bagian dari Institut Kesehatan Nasional AS.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan musim influenza 2019 tampaknya telah dimulai lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya di Australia, Chile, Afrika Selatan, dan Selandia Baru.

baca juga

Penyakit ini membunuh ribuan orang di seluruh dunia setiap tahun. Lebih dari 115.000 kasus influenza telah dilaporkan di Australia dan pihak berwenang mengatakan 226 orang telah meninggal tahun ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suhu Dingin di Pulau Jawa, Waspadai Penularan Influensa

Suhu Dingin di Pulau Jawa, Waspadai Penularan Influensa

Jogja | Selasa, 02 Juli 2019 | 06:09 WIB

Wabah Flu Mematikan Kembali Ancam Australia, Pemerintah Serukan Vaksinasi

Wabah Flu Mematikan Kembali Ancam Australia, Pemerintah Serukan Vaksinasi

Health | Selasa, 21 Mei 2019 | 11:08 WIB

Tangkal Penyakit di Musim Hujan, Jangan Percaya 4 Mitos Soal Flu Ini Ya!

Tangkal Penyakit di Musim Hujan, Jangan Percaya 4 Mitos Soal Flu Ini Ya!

Health | Selasa, 05 Februari 2019 | 20:19 WIB

Terkini

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:14 WIB

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?

Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:57 WIB

SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?

SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September

Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital

Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!

Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:40 WIB

×