China Laporkan Kasus Flu Burung H5N6

M. Reza Sulaiman
China Laporkan Kasus Flu Burung H5N6
Ilustrasi flu burung. (Shutterstocks)

Setelah sebelumnya dihebohkan dengan wabah flu babi, China melaporkan adanya wabah flu burung H5N6.

Suara.com - China Laporkan Kasus Flu Burung H5N6

Memasuki musim panas, China kembali menghadapi serbuan infeksi penyakit menular. Setelah sebelumnya dihebohkan dengan wabah flu babi, China melaporkan adanya wabah flu burung H5N6.

Dilansir Reuters, kasus flu burung H5N6 dilaporkan terjadi daerah Xinjiang. Laporan ini menjadi perhatian, mengingat flu burung H5N6 tergolong virus yang sangat mudah menular.

Dilaporna, sekitar 1.015 unggas di peternahakan Horgos, Xinjiang, mati karena virus ini.

Untuk mencegah penyebaran virus meluas, pemerintah setempat pun memutuskan untuk memusnahkan seluruh unggas yang ada. Total ada 11.910 unggas yang dimusnahkan, berdasarkan laporan dari Ministry of Agriculture and Rural Affairs.

Di Indonesia, flu burung sempat naik sebab ditenggarai sebagai pemicu jatuhnya korban jiwa di beberapa daerah.

Inilah yang menyebabkan pasar unggas beberapa waktu lalu lesu, karena rendahnya daya beli masyarakat. Padahal, ada beberapa cara yang dapat Anda praktikkan agar terhindar dari flu burung, lho! Tidak percaya?

Ilustrasi virus. (Shutterstock)
Ilustrasi virus. (Shutterstock)

Berikut tujuh cara menghindari flu burung ala Go Dok yang harus Anda ketahui:

1. Menjaga kebersihan diri
Menjaga kebersihan diri itu wajib. Lebih tepatnya lagi, Anda dianjurkan rajin mencuci tangan dengan sabun atau bahkan mandi setiap kali habis berdekatan atau menyentuh unggas.

Langkah ini untuk meminimalisasi kemungkinan masuknya virus pemicu flu burung yang dapat menyebar lewat liur dan debu halus di sekitar unggas.

2. Gunakan masker dan sarung tangan
Anda yang memiliki ternak unggas, wajib selalu mengenakan masker dan sarung tangan setiap kali berinteraksi langsung dengan hewan. Ingat, jangan pernah berdekatan atau menyentuh unggas dengan kondisi permukaan kulit, serta saluran pernapasan tidak terlindungi!

3. Waspadai lokasi tempat Anda bermukim
Sebaiknya Anda bermukim di lokasi yang berjarak setidaknya 25 meter dari peternakan unggas. Lantas, apa yang harus dilakukan jika pindah tempat tinggal bukanlah solusi yang dapat dipraktikkan? Mau tidak mau Anda harus berkoordinasi dengan pemilik peternakan agar setiap unggas yang ada lulus tes flu burung.

4. Hindari jeroan unggas
Menghentkan kebiasaan membeli jeroan unggas, seperti usus, hati, dan ampela. Mengapa? Karena jeroan merupakan kumpulan organ dalam yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya virus pemicu flu burung. Bayangkan saja, virus yang menginfeksi unggas akan turut mengalir dalam darah, lalu disaring di organ hati. Jadi, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika Anda mengonsumsi hati dari unggas yang terinfeksi?

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS