Sebelum Terjangkit, Begini Cara Deteksi Dini Kanker

Silfa Humairah Utami, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 16 Juli 2019 | 09:00 WIB
Sebelum Terjangkit, Begini Cara Deteksi Dini Kanker
Ilustrasi deteksi kanker lebih dini. (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Sebelum Terjangkit, Begini Cara Deteksi Dini Kanker.

Pepatah mengatakan, "Mencegah lebih baik daripada mengobati." Tampaknya hal itu benar, terutama untuk penyakit seperti kanker. Penyakit yang perkembangannya sangat cepat menggerogoti tubuh manusia.

Ya, kanker masih menjadi penyakit yang sangat ditakuti masyarakat. Selain karena efek dari rasa sakit yang ditimbulkan, juga biaya pengobatan dan masa pemulihan yang sangat mahal.

Data dari Globocan 2018 menyatakan ada 348.809 orang penderita kanker baru dalam satu tahun di seluruh Indonesia (kanker payudara sekitar 58.000 kasus, kanker Ieher rahim 32.000, kanker paru 30.000, kanker usus besar 30.000), dengan 207.000 kematian akibat kanker.

Apabila penyakit kanker tidak ditangani secara menyeluruh dengan tepat, mulai dari program pencegahan primer dan deteksi dini sampai terapi yang berbasis bukti (evidence-based), maka dikemudian hari akan membebanl negara secara ekonomi dan sosial.

Dr. Ronald A. Hukom, MHSc, SpPD KHOM, FINASIM, ahli penyakit dalam dan onkologi medik yang juga Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam (PERHOMPEDIN) DKI Jakarta menyampaikan, meski kanker pernah dianggap sebagai penyakit yang tidak bisa disembukan ternyata salah. Tetapi, penyakit ini memang butuh biaya dan penanganan medis ekstra.

"Oleh sebab itu, sebelum terjangkit penyakit kanker. Maka hal yang bisa dilakukan adalah lewat pencegan, dengan cara deteksi dini. Meski tidak semua jenis kanker dapat diatasi dengan deteksi dini," ungkap dokter Ronald saat ditemui Suara.com, belum lama ini di Jakarta Pusat.

Lebih lanjut ia memaparkan beberapa cara yang bisa dilakukan utuk mendeteksi kanker sejak dini. Hanya kanker yang perjalanannya cukup lama. Misalnya yang jumlah penyintasnya banyak, sepeti kanker payudara, serviks, dan usus besar.

"Untuk kanker payudara, pendeteksiannya bisa dilakukan dengan pemeriksaan sendiri atau yang dikenal dengan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Idealnya dilakukan sebelum dan sesudah menstruasi. Deteksi juga bisa juga lewat USG dan MRI setiap tahun," paparnya.

baca juga

Intensitas yang sama juga diberlakukan untuk pemeriksaan dini penyakit kanker usus besar atau kolorektal. Pemeriksaan dini sepatutnya dilakukan secara berkala, yakni satu kali dalam setahun dengan jenis pemeriksaan yang sangat rinci.

"Sementara, untuk kanker usus besar, bisa dilakukan deteksi dengan pemerikaaan endoskopi. Terutama untuk usia 40-50 tahun. Namun, lain halnya untuk orang-orang yang punya resiko tinggi, misalnya ada riwayat keluarga, maka periksa di usia yang lebih muda dan lebih sering dilakukan," tandasnya.

Penting untuk melakukan pemeriksaan dini penyakit kanker untuk mendeteksi pada tubuh lebih awal. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumitnya Permasalahan Pengobatan Kanker di Indonesia

Rumitnya Permasalahan Pengobatan Kanker di Indonesia

Health | Senin, 15 Juli 2019 | 19:49 WIB

Kematian Akibat Kanker di Indonesia Tinggi, Ini Penyebabnya

Kematian Akibat Kanker di Indonesia Tinggi, Ini Penyebabnya

Health | Senin, 15 Juli 2019 | 19:12 WIB

Studi: Ibu Hamil yang Obesitas Tingkatkan Risiko Anak Mengalami Kanker

Studi: Ibu Hamil yang Obesitas Tingkatkan Risiko Anak Mengalami Kanker

Health | Jum'at, 12 Juli 2019 | 13:40 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×