Array

Pasien Lupus Tidak Boleh Terkena Sinar Matahari, Benarkah?

Sabtu, 13 Juli 2019 | 18:35 WIB
Pasien Lupus Tidak Boleh Terkena Sinar Matahari, Benarkah?
Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)

Suara.com - Orang dengan Lupus atau Odapus tidak perlu khawatir dengan paparan sinar matahari ke kulit, asalkan tidak berjemur dalam waktu lama.

Paparan sinar UV pada pancaran sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada DNA seluler setiap orang, jelas Sabrina Newman, MD, asisten profesor dermatologi dan penyakit dalam di George Washington University di Washington, DC.

"Radiasi UV adalah apa yang menyebabkan kerusakan sel, terlepas dari apakah itu berasal dari matahari atau lampu," katanya, melansir Lupus.org.

Tetapi, hal ini tidak perlu dikhawatirkan jika hanya terkena dalam waktu sebentar.

"Kalau cuma lewat-lewat situ, ngapain ya, saya biasa saja ya," jawab Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR dari Sub Bagian Reumatologi Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Ilustrasi Vitamin D (Shutterstock)

"Dengan sinar UV, ultraviolet yang begitu kuat energinya akan mengganggu sistem imun di dalam. Sehingga menimbulkan kekumatan," jelasnya saat menjadi pembicara dalam Seminar dan Talkshow Hidup Sehat Bersama Lupus di Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Ini memang menjadi perdebatan, odapus tidak dapat terlalu lama terkena sinar matahari. Tetapi di sisi lain mereka juga membutuhkannya.

"Kalau pasien dengan lupus terkena sinar matahari menjadi berat. Padahal kalau pasien dengan lupus itu butuh vitamin D. Sinar matahari itu mengaktifkan provitamin D yang ada di kulit kita menjadi vitamin D yang aktif," jelas dr. Sumadiono, SpA(K) dari Departemen Kesehatan Anak.

Itulah sebabnya dokter akan meresepkan vitamin D pada odapus untuk melengkapi kekurangannya.

Baca Juga: RSUP Dr. Sardjito Semangati Pasien Lupus & Kenalkan Sardjito Lupus Center

"Pasien lupus yang kekurangan vitamin D menjadi berat, oleh karena itu pasien lupus diberi vitamin D... Itu vitamin D sangat bagus, agar tidak ada lagi yang osteoporosis," sambungnya.

Dr. Sumadiono juga menekankan pada pasien lupus untuk selalu meminum vitamin D sesuai dengan anjuran dokter. Sebab selama ini ia kerap menemui pasien yang masih saja kekurangan vitamin satu ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI