Hari Anak Nasional, Bantu Anak Membangun Karakter Kuat dalam Diri Mereka

Selasa, 23 Juli 2019 | 15:45 WIB
Hari Anak Nasional, Bantu Anak Membangun Karakter Kuat dalam Diri Mereka
Ilustrasi anak-anak muslim di Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli ditujukan untuk menghormati hak-hak anak di Indonesia.

Sebagai generasi bangsa, seorang anak harus mempunyai karakter kuat demi masa depan mereka, seperti tanggung jawab, rasa hormat, kejujuran, kepedulian, dan lainnya. Karakter-karakter itu dapat dipupuk sedari dini mulai dari lingkungan keluarga.

Sebagai orangtua, sudah menjadi tugas Anda untuk membantu mengembangkan karakter anak. Caranya?

1. Pembelajaran sosial: Budaya karakter keluarga

Anak-anak akan bersikap sesuai dengan apa yang mereka lihat setiap hari. Dalam buku tentang perkembangan moral pada anak, Michelle Borba mengajarkan langkah pertama untuk membangun karakter anak adalah empati.

Empati adalah kondisi yang diperlukan dalam hubungan orangtua dan anak yang memungkinkan kita untuk mengajarkan semua nilai karakter lain kepada si kecil.

Ketika anak-anak merasa bahwa Anda memahami dan sangat memperhatikan mereka, mereka memiliki motivasi intrinsik untuk mempelajari pelajaran cinta dan karakter yang Anda bagikan.

Ilustrasi kompetisi untuk anak-anak. (Shutterstock)
Ilustrasi kompetisi untuk anak-anak. (Shutterstock)

2. Instruksi langsung: Momen yang dapat diajarkan untuk membangun karakter

Strategi kedisiplinan adalah 'alat' penting, yaitu menggunakan momen agar bisa mengajarkan membangun karakter anak.

Baca Juga: Hari Anak Nasional, Ini 4 Destinasi Wisata Air untuk Manjakan Buah Hati

Anda harus selalu mengambil kesempatan untuk menjelaskan mengapa perilaku anak salah ketika Anda memperbaikinya.

Biasakan diri untuk mengidentifikasi nilai apa yang ingin Anda ajarkan kepada anak berdasarkan perilaku tertentu. Pilih konsekuensi yang sesuai untuk mengajarkan nilai itu.

Ilustrasi anak kecil menanam tanaman atau sayuran [Instagram]
Ilustrasi anak kecil menanam tanaman atau sayuran [Instagram]

3. Bercerita: Mempelajari Kualitas Karakter dari Sastra dan Kehidupan

Cerita bisa dijadikan alat untuk mengajarkan pelajaran moral pada anak-anak. Sewaktu menceritakan kisah-kisah hidup Anda dan dunia di sekitar Anda, secara tidak langsung Anda menyampaikan pelajaran kebajikan dan etika kepada anak-anak.

Bisa juga dengan mendengarkan dan merespons cerita anak tentang sekolah dan teman sebaya. Hal ini membantu mereka memikirkan hal yang benar untuk dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI