Dari Pandangan Kabur hingga Mata Sensitif, Ini 5 Gejala Katarak

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 26 Juli 2019 | 19:52 WIB
Dari Pandangan Kabur hingga Mata Sensitif, Ini 5 Gejala Katarak
Ilustrasi operasi katarak. (Shutterstock)

Suara.com - Katarak adalah salah satu jenis gangguan mata paling umum di dunia. Sebagian besar penderita katarak adalah orang-orang di atas usia 40 tahun. 

Melansir Asia One, katarak adalah pengaburan lensa kristal mata. Meskipun sering terjadi, mereka yang mengalami kondisi ini seringnya didiagnosis setelah kondisi bertambah parah.

Agar tidak terlambat, kenali beberapa gejala katarak di bawah ini:

1. Pandangan buram atau kabur

Pandangan buram atau kabur disebabkan oleh berbagai hal. Menurut Joseph Fishkin, dokter spesialis mata dan ahli bedah katarak, gejala terpenting yang harus diperhatikan dalam mendeteksi katarak adalah menilai apakah kondisi lensa mata memburuk dari waktu ke waktu, seperti menjadi keruh.

2. Bermasalah saat membaca teks kecil

Jika mendapatkan kacamata baru tidak membantu masalah ini, ada kemungkinan itu adalah gejala katarak. Ini disebabkan oleh protein pada lensa mata mengumpul sehingga sulit untuk membedakan teks kecil.

Operasi Lasik [shutterstock]
Operasi Lasik [shutterstock]

Oleh karena itu, jika bermasalah dengan pandangan kabur saat membaca dan penglihatan jarak jauh, Scott MacRae, dokter mata dan ketua Komite Kesehatan Masyarakat dengan Akademi Oftalmologi Amerika, mengatakan itu bisa menjadi tanda-tanda katarak.

3. Sensivitas terhadap cahaya terang

baca juga

Jika cahaya redup saja sudah menyengat mata, ini adalah salah satu gejala katarak. Sensitivitas tinggi terhadap semua sumber cahaya, termasuk lampu, lampu kendaraan dan matahari, adalah tanda umum dari kondisi tersebut.

Menurut dokter mata James Schumer, katarak mengganggu perjalanan cahaya ke bagian belakang mata.

4. Pandangan ganda

Dikenal sebagai diplopia, penglihatan ganda adalah gejala penting lain dari katarak.

Ilustrasi sakit mata atau mata bengkak akibat radang saluran air mata. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit mata (Shutterstock)

Dean Hart, dokter mata dan profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Columbia, mengungkapkan ketika ukuran katarak bertambah, lensa yang keruh memburuk, itu bakal mengganggu cahaya masuk ke mata. Jika hanya satu mata yang menderita masalah ini, dapat terjadi penglihatan ganda.

5. Bermasalah saat mengemudi malam hari

Mengemudi di malam hari bisa berbahaya bagi seseorang yang menderita katarak karena ia harus menyeimbangkan kondisi gelap dengan lampu lalu lintas yang terang.

Bahkan, Shoshana Ungerleider, dokter penyakit dalam di California Pacific Medical Center Sutter Health, mengatakan membaca rambu-rambu jalan juga terbukti menyulitkan pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Gaya, Dokter Ungkap Alasan Pakai Kacamata Hitam di Luar Ruangan

Bukan Gaya, Dokter Ungkap Alasan Pakai Kacamata Hitam di Luar Ruangan

Health | Rabu, 20 Februari 2019 | 19:05 WIB

Jangkau Penderita Katarak Hingga ke Pulau Terluar

Jangkau Penderita Katarak Hingga ke Pulau Terluar

Press Release | Senin, 24 September 2018 | 17:56 WIB

Bahaya Sinar UVA Bagi Kesehatan Mata, Bisa Sebabkan Katarak

Bahaya Sinar UVA Bagi Kesehatan Mata, Bisa Sebabkan Katarak

Health | Kamis, 20 September 2018 | 08:00 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB