Cek Sekarang! Warna dan Bentuk Rambut Kemaluan Bisa Deteksi Penyakit

Rabu, 31 Juli 2019 | 07:25 WIB
Cek Sekarang! Warna dan Bentuk Rambut Kemaluan Bisa Deteksi Penyakit
Ilustrasi organ intim, rambut kemaluan (shutterstock)

Suara.com - Saat ini sudah banyak macam-macam tes kesehatan agar Anda bisa mencegah dan mengetahui penyakit serius sejak dini. Sayangnya, tidak semua orang mungkin memiliki waktu maupun dana untuk memeriksakan diri.

Padahal masih ada cara lain untuk mendeteksi penyakit sejak dini, seperti melihat warna dan rupa rambut kemaluan. Meskipun hasilnya akan lebih akurat jika Anda memeriksakan kesehatan langsung ke dokter.

Melansir dari Healthline, berikut beberapa macam rupa rambut kemaluan beserta artinya dalam sisi kesehatan.

1. Rambut kemaluan putih

Apabila Anda semakin tua maka normal saja jika rambut kemaluan berwarna putih seiring berjalannya waktu. Tetapi, jika wambut kemaluan terlalu cepat memutih bisa jadi tanda suatu penyakit.

Rambut kemaluan putih terlalu cepat bisa menandakan kekurangan vitamin B-12, vitiligo dan infeksi jamur pada rambut kemaluan.

Ilustrasi Miss V (shutterstock)
Ilustrasi Miss V (shutterstock)

2. Rambut kemaluan abu-abu

Sama halnya dengan rambut kemaluan berwujud putih, rambut kemaluan abu-abu juga bisa tanda kekurangan vitamin B-12, kelainan kelenjar tiroid hingga hipofisis.

Tetapi, rambut kemaluan abu-abu dianggap normal jika bersamaan dengan perubahan warna rambut kepala yang memudar.

Baca Juga: Toilet Pintar Ini Bisa Deteksi Penyakit Gagal Jantung

3. Rambut kemaluan menipis atau rontok

Umumnya, penuaan bisa menyebabkan kerontokan rambut kemaluan. Termasuk jika Jika produksi Dehydroepiandrosterone (DHEA) dari kelenjar adrenal diturunkan, salah satu gejalanya adalah hilangnya rambut kemaluan.

Tetapi, hal ini juga bisa menandakan suatu kondisi lainnya seperti sirosis hati, addison hingga efek pengobatan kanker. Karena itu, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter.

4. Rambut kemaluan lebat

Melansir dari hellosehat.com, rambut kemaluan yang lebat tidak hanya terjadi karena pubertas. Tetapi, kelebihan hormon testosteron akibat penyakit tumor kelenjar adrenal juga bisa menyebabkan rambut kemaluan lebih lebat.

Selain itu, lebatnya rambut kemaluan pada wanita juga bisa disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI