Toilet Pintar Ini Bisa Deteksi Penyakit Gagal Jantung

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia
Toilet Pintar Ini Bisa Deteksi Penyakit Gagal Jantung
Toilet pintar [youtube]

Temuan luar biasa ini didapat Insinyur di Rochester Institute of Technology, New York.

Suara.com - Toilet Pintar Ini Bisa Deteksi Penyakit Gagal Jantung

Di era perkembangan teknologi seperti sekarang, semua benda tampaknya menjadi semakin pintar sehingga bisa melakukan berbagai hal dengan disusupi inovasi terkini. Salah satunya adalah toilet pintar satu ini.

Selain menjadi wadah pembuangan kotoran, toilet pintar ini juga bisa mendeteksi gagal jantung dan memantau aktivitas kardio penggunanya lho.

Temuan luar biasa ini didapat Insinyur di Rochester Institute of Technology, New York.

Pasien gagal jantung diketahui kurang memantau kesehatan mereka begitu meninggalkan rumah sakit. Tim peneliti ingin membuat sistem pemantauan yang dapat dilakukan terhadap pasien gagal jantung.

“Manfaat nyata dari platform ini adalah ia terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari Anda. Setiap orang tentu menggunakan toilet setiap hari," kata Nicholas Conn, insinyur RIT dan CEO Heart Health Intelligence, dilansir dari Nypost.

Toilet pintar [youtube]
Toilet pintar [youtube]

Kursi toilet pintar ini kata Conn akan membaca kesehatan jantung dalam tiga cara yakni elektrokardiogram, photoplethysmogram, dan ballistocardiogram. Masing-masing fitur ini akan mencatat aktivitas listrik pasien di jantung, detak jantung dan volume darah yang mengalir melalui jantung mereka.

Hanya perlu sekitar 90 detik kontak kulit dengan dudukan toilet agar bisa terbaca hasil pemantauan aktivitas jantung. Algoritma kemudian akan menganalisis, dan jika kesehatan jantung pasien mulai menurun dari waktu ke waktu, dokter akan diberitahu.

Saat ini, toilet pintar ini sedang menunggu persetujuan FDA. Kemungkinan besar akan tersedia di pasar medis pada 2021 atau 2022. Para insinyur mengatakan mereka berharap toilet pintar ini bisa dipasarkan dengan harga $ 100 per bulan atau sekitar Rp 1.45 juta, dibandingkan harus menggelontorkan biaya $ 40.000 atau sekitar Rp 581 juta untuk implan monitor jantung.

"Dengan alat ini kami fokus untuk mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien," kata Conn.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS