Pendaki Perempuan Harus Teliti Jaga Kebersihan Organ Intim Selama di Gunung, Jangan Basuh Pakai Tisu Basah!

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 22 April 2024 | 16:26 WIB
Pendaki Perempuan Harus Teliti Jaga Kebersihan Organ Intim Selama di Gunung, Jangan Basuh Pakai Tisu Basah!
Eiger Women Adventure Camp (WAC) 2024 di kaki Gunung Kembang, Wonosobo, Jawa Tengah (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Olahraga ekstrem seperti naik gunung turut digemari juga oleh banyak perempuan. Secara persiapan fisik, perempuan bisa jadi tidak jauh berbeda dengan laki-laki. Akan tetapi, mengenai kebersihan tubuh, perempuan dinilai harus lebih detail dalam melakukan persiapan. 

Praktisi kesehatan alam terbuka dr. Ratih Citra Sari, MH.Kes., mengingatkan bahwa perempuan sangat penting menjaga kesehatan tubuh, terutama organ intimnya selama berkegiatan di alam terbuka seperti naik gunung. 

"Jangan sampai malas menjaga kebersihan karena itu efeknya bisa jangka panjang," kata dokter Ratih saat mengisi materi dalam acara Eiger Women Adventure Camp (WAC) 2024 di kaki Gunung Kembang, Wonosobo, Jumat (19/4/2024) lalu.

Dokter Ratih mengungkapkan, dirinya beberapa kali menemukan kasus pendaki perempuan yang alami masalah kesuburan akibat dampak jangka panjang dari kurang menjaga kebersihan organ intim selama di alam terbuka.

Ilustrasi pembalut (Pexels/Sora Shimazaki)
Ilustrasi pembalut (Pexels/Sora Shimazaki)

Padahal, kiat menjaga kesehatan organ intim selama pendakian cukup dilakukan dengan sederhana. Yakni dengan mengganti pakaian dalam sebelum tidur serta membasuh organ intim menggunakan air bersih setidaknya satu kali sehari. Pastikan juga tidak mengganti fungsi air dengan tisu basah saat membasuh, karena keduanya memiliki sifat yang berbeda.

"Tidak direkomendasikan memakai tisu basah karena itu mengandung zat kimia juga. Selain tidak sehat untuk tubuh juga baik untuk lingkungan karena tisu basah tidak bisa terurai," pesan dokter Ratih.

Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, Eiger Adventure Service Team (EAST) Advicer Galih Donikara menambahkan bahwa acara WAC menjadi ajang edukasi kepada pendaki perempuan agar selalu memperhatikan kebersihan tubuhnya selama mendaki gunung. 

"Mestinya pendaki perempuan lebih detail  karena ada hal-hal kecil yang mereka beda dengan laki-laki. Higienitas ini kemarin kita ajarkan (di WAC). Kita datangkan dokter khusus untuk membahas itu, menjaga kelembaban, menjaga kekeringan, higienitas dan sanitasi tentunya," kata Galih.

Menurutnya, persoalan sanitasi jadi masalah utama yang paling banyak dialami pendaki perempuan. Senada dengan pesan dokter Ratih, Galih juga mengingatkan agar pendaki perempuan sebaiknya sediakan sekop dan bidet untuk digunakan ketika buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) ketika di atas gunung.

baca juga

"Kita juga sedang sediakan ponco untuk pendaki perempuan, selain sebagai jas hujan, kalau dipakai duduk (saat BAK/BAB di gunung) semua bisa tertutup. Itu sedang dibuat," pungkasnya. 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miss V Sering Gatal Bisa Bikin Susah Hamil? Dokter Kandungan Beri Penjelasan

Miss V Sering Gatal Bisa Bikin Susah Hamil? Dokter Kandungan Beri Penjelasan

Lifestyle | Rabu, 13 Maret 2024 | 02:15 WIB

Orang-orang Turun dari Merbabu Butuh 4 Jam, Pria Ini justru Tempuh Waktu 17 Menit Saja, Kok Bisa?

Orang-orang Turun dari Merbabu Butuh 4 Jam, Pria Ini justru Tempuh Waktu 17 Menit Saja, Kok Bisa?

News | Minggu, 10 Maret 2024 | 14:09 WIB

Daftar Lengkap Nama 23 Pendaki Korban Tewas Erupsi Gunung Marapi

Daftar Lengkap Nama 23 Pendaki Korban Tewas Erupsi Gunung Marapi

News | Kamis, 07 Desember 2023 | 10:42 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×