Suara.com - Penelitian Sebut Skincare Lokal Mulai Buat Brand Luar Ketar-ketir.
Kini brand skincare lokal semakin banyak diminati masyarakat Indonesia, fakta ini semakin membuat brand skincare internasional cukup ketar-ketir bersikutan dengan brand lokal.
Ini terjadi lantaran masyarakat semakin pintar untuk mengenal ingredients produk skincare
"Pengguna skin care di Indonesia tak selugu dulu. Kini mereka paham dengan istilah-istilah sulit kandungan (ingredients) di dalamnya dan fasih membicarakan di media sosial," ujar Rayandityo Muktiaki, Chief Operating Officer SAC di Hotel Pullman, M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019)
![Ardian Atmaka General Manager GAC [Suara.com/Dini Afrianti Efendi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/08/08/80765-skincare-lokal.jpg)
Sementara itu Ardian Atmaka General Manager SAC , yang juga selaku peneliti temuan mengatakan semakin boomingnya penggunaan skincare lokal haruslah diapresiasi. Mengingat kandungan apa yang tepat digunakan hanya masyarakat aslinya yang paling memahami.
"Kalau tren-nya kayak gini sebenernya udah benar ya jalannya, karena yang tahu iklimnya yang tau jenis kulitnya yang tahu suhunya kayak apa ya harusnya orang Indonesia, kalau kami sih seneng mudah-mudahan bisa terus seperti ini tren-nya," jelas Ardian
Pengetahuan bahan baku dan dermatologi masyarakat itulah yang disebut-sebut jadi 'gong' semakin dipercayanya skincare lokal untuk merawat kebersihan dan kecantikkan kulit penduduk dalam negeri.
"Dia nggak cuma ngeliat brand image doang, tapi dia bener-bener cari tau lebih detail dermatologycal-nya apa, ingridiance apa, setelah ngeliat sama kok kayak brand luar, harganya lebih murah jadi yaudah dari situlah (dipercaya)," jelas Ardian
Melihat perkembangan ini Ardian optimis kesempatan brand lokal untuk bisa go internasional semakin terbuka lebar, lantaran tren pertumbuhannya meski naik turun atau fluktuatif, tapi terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagaimana hasil penelitian yang telah dilakukan SAC bersama 6Estates sejak 2014 lalu.
"Sangat-sangat bisa (mendunia) tapi belum ada penelitian ke situ, baru tahu juga ternyata produknya bukan cuma disini tapi laju diluar (negeri). Tapi kalau kayak gitu saya melihat sangat besar kemungkinannya (brand lokal) terus berkembang," imbuhnya.