Ini yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil saat Berhubungan Seks

Ade Indra Kusuma | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 15 Agustus 2019 | 21:10 WIB
Ini yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil saat Berhubungan Seks
Gaya bercinta air terjun untuk penetrasi yang lebih dalam. (Shutterstock)

Suara.com - Ini yang Harus Diperhatikan Ibu Hamil saat Berhubungan Seks

Anggapan hubungan seks saat pasangan tengah mengandung dapat membahayakan janin telah menjadi mitos yang mengakar di benak masyarakat Indonesia.

Padahal tidak melulu berbahaya, ibu hamil tetap boleh melakukan hubungan seksual dengan suami selama tidak memiliki risiko yang membahayakan. Seperti bayi kembar atau keadaan janin yang tidak memungkinkan.

"Tapi pada perempuan dengan faktor risiko kehamilan kembar atau ari-arinya menutupi jalan lahir, jadi risiko pendarahan pada perempuan beda-beda," ujar dr. Grace Valentine, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah-Puri Indah dalma acara diskusi media, di Jakarta Selatan, Rabu, (14/8/2019)

Risiko pendarahan karena dua hal itu dapat terjadi saat ibu hamil alami kontraksi dan menyebabkan bayi lahir prematur. Ini terjadi jika sperma keluar di dalam rahim, karena kandung dalam sperma dapat memicu kontraksi ringan tapi tetap berisiko dengan kehamilan riskan.

"Karena itu disarankan untuk dibuatnya (kelur sperma) diluar (vagina) atau menggunakan kondom," tutur dr. Grace

Sedangkan untuk posisi seks ternyata juga mempengaruhi kenyamanan ibu, terlebih bagi perempuan yang tengah hamil besar. Seks di pinggir atau sudut tempat tidur, women on top hingga doggy style juga dianggap aman untuk ibu hamil

"Dan orgasme itu tidak dilarang pada ibu hamil. Ada beberapa ibu hamil, karena efek selama kehamilannya dan keinginan seksualnya jadi lebih meningkat, pengen lebih ingin untuk berhubungan seks," imbuhnya.

Orgasme sendiri dapat memunculkan hormon endorfin, yang tentu akan membuat ibu hamil bahagia dan nyaman, hingga efeknya akan sampai pada bayi lahir sehat dan memiliki psikis yang bagus.

"Psikologis ibu hamil itu sangat mempengaruhi psikologis bayi, pada ibu yang di press atau cemas, memang sudah terbukti secara ilmiah, bayi yang dilaporkannya juga jadi cranky, jadi nggak tenang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Lagi Tabu soal Seks, Dokter : Konsultasi Jika Ada Disfungsi Seksual

Jangan Lagi Tabu soal Seks, Dokter : Konsultasi Jika Ada Disfungsi Seksual

Health | Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:48 WIB

Ibu Hamil Ingin Olahraga Kardio, Ini Panduan Amannya

Ibu Hamil Ingin Olahraga Kardio, Ini Panduan Amannya

Health | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 21:15 WIB

Ketahui, Risiko Komplikasi dan Pengobatan Plasenta Previa

Ketahui, Risiko Komplikasi dan Pengobatan Plasenta Previa

Health | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 18:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB