Duh, Data Kesehatan Pribadi di Aplikasi Ini Rawan Disalahgunakan

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 20 Agustus 2019 | 08:00 WIB
Duh, Data Kesehatan Pribadi di Aplikasi Ini Rawan Disalahgunakan
Ilustrasi data kesehatan pada dokter. (Shutterstock)

Suara.com - Duh, Data Kesehatan Pribadi di Aplikasi Ini Rawan Disalahgunakan.

Angka kepuasan terhadap layanan kesehatan digital melalui aplikasi seperti Alodokter, Halodoc, Klikdokter dan sebagainya memang tinggi sebesar 84,4 persen. Tapi ada beberapa kekhawatiran sebesar 17 persen masyarakat khawatir terhadap keamanan data pribadinya.

Survei ini dilakukan Deloitte Indonesia, Bahar, dan Center for Healthcare Policy and Reform Studies (Chapters) pada 2018 lalu dan menghasilkan timeline 2019-2024 yang akan disampaikan kepada pemerintah, termasuk kekhawatiran data kesehatan pribadi.

"Ternyata ada sebesar 15 persen pengguna yang tidak puas, tidak puasnya kenapa?, karena tidak merasa terproteksi saat itu tidak mendapatkan (jaminan)," ujar Founder and Chairman Chapters Indonesia Lutfhi Mardiansyah di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019)

Pengguna tidak tahu siapa yang menyimpan data kesehatan pribadinya, ke mana ia meminta perlindungan resmi dan bertanggungjawab, apakah pemilik aplikasi, pemerintah, atau pihak dokter. Lebih bahayanya, jika data ini digunakan pihak farmasi luar negeri untuk mencari keuntungan.

"Big data analisis data kita khawatirkan farmasi dengan data yang kita punya digunakan perusahaaan luar negeri sehingga dirugikan, seperti beberapa tahun lalu pernah terjadi, jangan sampai terjadi lagi," ungkap Luthfi.

Luthfi mengatakan saat wabah flu burung di Indonesia berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) data itu dijual ke negara lain dan menjadikan Indonesia sebagai pasar dan target iklan produk farmasi untuk mendapat untung.

"Kejadian flu burung, di Indonesia datanya dijual ke negara lain, kerugiannya Indonesia akan jadi pasar, bukan jadi tempat mengembangkan teknologinya," tuturnya.

"Di Jakarta itu data yang ada preparasi prediabetes itu 37 persen, jadi diantara kita ini paling tidak tiga orang diantara kita yang sudah terindikasi prediabetes. Data itu bagus buat perusahaan yang punya kemampuan teknologi untuk membuat obat-obatan," lanjut Lutfhi.

Karenanya penting untuk segera dibentuk regulasi yang jelas, dalam hal ini Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informasi) untuk segera membuat aturan dan undang-undang sehingga legal secara hukum.

baca juga

Karena data kesehatan pribadi di aplikasi rawan disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baterai Ponsel Tiba-tiba Habis? Aplikasi Google Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Baterai Ponsel Tiba-tiba Habis? Aplikasi Google Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Tekno | Senin, 19 Agustus 2019 | 07:30 WIB

Instagram Uji Coba Fitur Boomerang dan Layout Baru untuk Stories

Instagram Uji Coba Fitur Boomerang dan Layout Baru untuk Stories

Tekno | Senin, 19 Agustus 2019 | 08:00 WIB

Dihina di Tinder, Wanita Ini Malah Jadi Model Merek Fashion

Dihina di Tinder, Wanita Ini Malah Jadi Model Merek Fashion

Lifestyle | Minggu, 18 Agustus 2019 | 13:47 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×