Anak Pintar soal Teknologi, KPPPA : Orangtua Wajib Perketat Pengawasan

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 27 Agustus 2019 | 18:39 WIB
Anak Pintar soal Teknologi, KPPPA : Orangtua Wajib Perketat Pengawasan
Anak Pintar soal Teknologi, KPPPA Sebut Orangtua Wajib Perketat Pengawasan (Shutterstock)

Suara.com - Anak Pintar soal Teknologi, KPPPA Sebut Orangtua Wajib Perketat Monitoring

Saat ini anak dan teknologi memiliki hubungan yang semakin dekat. Anak dapat mengakses berbagai informasi yang beredar secara bebas di internet.

Ketidakseimbangan pengetahuan internet yang dimiliki anak dan orangtua menyebabkan rendahnya monitoring dan pengawasan terhadap aktivitas anak di Internet. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan anak rentan menjadi korban kekerasan dan eksploitasi di media sosial.

kpppa
kpppa

“Fenomena ‘anak lebih pintar dari orangtua’ apalagi urusan teknologi dan ditunjang dengan kemudahan akses internet yang bisa mendorong anak terkoneksi tanpa batas menjadi tantangan tersendiri bagi kita, para orangtua, dalam melindungi anak-anak kita,” ungkap Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA),Valentina Gintings dalam siaran pers yang diterima Suara.com beberapa waktu lalu.

Menyadari hal tersebut, KPPPA berupaya mencerdaskan masyarakat, untuk bersama-sama melakukan deteksi dini sebagai upaya perlindungan anak melalui kegiatan "Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi".

“Anak korban kekerasan berpotensi dua kali lipat melakukan kekerasan ketika mereka dewasa. Jadi mari kita bersama-sama mendidik mereka dengan cinta dan kasih sayang, untuk menjaga masa depan mereka yang lebih baik,” tambah Valentina di Sijunjung, Sumatera Barat.

Lebih lanjut, Valentina menuturkan bahwa pekerjaan rumah kita melindungi anak-anak menjadi semakin berat ketika tidak mampu mengimbangi kecanggihan teknologi yang kian akrab dengan anak-anak. Internet dan media sosial dianggap semakin membuka peluang dan kesempatan bagi pelaku kekerasan dan eksploitasi seksual mengincar korbannya. Peluang dan kesempatan pelaku ini kemudian didukung dengan tindakan anak yang mungkin tanpa sadar mengunggah materi seksualitas diri mereka tanpa mereka sadari. 

Tak hanya cerdaskan peserta tentang peluang eksploitasi seksual melalui media online, Valentina juga ingatkan peluang terjadinya kekerasan melalui media online. Kekerasan seksual juga kian marak terjadi, misalnya mempertontontkan video porno pada anak, mengunggah dan/atau menyebarluaskan gambar/video anak dalam keadaan tidak senonoh dan mengucapkan istilah yang mengandung unsur seks. 

"KPPPA menanamkan pentingnya melindungi anak dari segala bentuk perilaku kekerasan dan eksploitasi kepada 300 orang peserta yang terdiri dari unsur Anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW), PKK, Wali Nagari, OPD, serta Tokoh Masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Sijunjung untuk berkontribusi dalam memutus mata rantai yang bisa mengarahkan anak-anak Indonesia menjadi korban kekerasan dan eksploitasi, baik di dunia maya ataupun di dunia nyata.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aris Tolak Teken Hukuman Kebiri, PT Surabaya: Putusan Tak Bisa Diubah Lagi!

Aris Tolak Teken Hukuman Kebiri, PT Surabaya: Putusan Tak Bisa Diubah Lagi!

Jatim | Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:36 WIB

Lagi Viral yang Bikin Publik Sedih, Curhatan Anak yang Sering Dibentak

Lagi Viral yang Bikin Publik Sedih, Curhatan Anak yang Sering Dibentak

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:42 WIB

Viral Curhat Ine Pengidap Sindrom Marfan, Anak Presiden Ikut Komentar

Viral Curhat Ine Pengidap Sindrom Marfan, Anak Presiden Ikut Komentar

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:48 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×