Tato Berwarna Cerah Lebih Berbahaya Dibanding Tinta Hitam, Apa Sebabnya?

Jum'at, 30 Agustus 2019 | 19:15 WIB
Tato Berwarna Cerah Lebih Berbahaya Dibanding Tinta Hitam, Apa Sebabnya?
Ilustrasi lelaki bertato. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi beberapa orang, tato dianggap sebagai seni atau bahkan beberapa menganggapnya sebagai bagian dari diri mereka sendiri.

Sayangnya, tinta warna dianggap lebih berisiko pada kulit daripada tinta hitam.

Hal ini pun didukung oleh sebuah studi yang dilakukan di European Synchrotron Radiation Facility (ESRF) di Grenoble, Prancis.

Menurut penelitian tersebut, ketika jarum tato memasuki kulit, partikel logam kecil dilepaskan dan melakukan perjalanan ke kelenjar getah bening.

Hasil penelitian tersebut pun menemukan nikel dan kromium, yang merupakan alergen, terlepas dari jarum tato ketika pigmen tertentu digunakan.

Ketika seniman tato ingin mencampur warna-warna cerah seperti biru, hijau dan merah, mereka menggunakan pigmen putih yang disebut titanium dioksida.

Tato lengan. (Shutterstock)
Tato lengan. (Shutterstock)

Tim peneliti percaya bahwa logam-logam berat ini dapat menjelaskan mengapa beberapa orang bereaksi buruk terhadap tato.

"Kami menindaklanjuti penelitian kami sebelumnya, dengan mencoba menemukan hubungan antara besi, kromium, nikel dan pewarnaan tinta," kata Ines Schreiver, seorang ilmuwan di ESRF.

Tim memeriksa sampel tinta di bawah sinar-X dan menemukan ketika tinta tato mengandung titanium dioksida, pigmen putih yang disebutkan sebelumnya, jarum dapat mengikis kulit.

Baca Juga: Dedikasi untuk Anjing, Sophie Turner dan Joe Jonas Bikin Tato Kembar

"Ini tidak hanya tentang kebersihan, sterilisasi peralatan atau abahkan tentang pigmen. Sekarang kami menemukan bahwa jarum juga mempunyai dampak pada tubuh," tambah Hiram Castillo, seorang ilmuwan di ESRF.

Peneliti menemukan partikel logam di kelenjar getah bening orang yang bertato memiliki panjang mulai dari 50 nanometer (sekecil molekul DNA) hingga dua mikrometer panjang (ukuran sel bakteri).

Melansir World of Buzz, nanopartikel dianggap lebih berbahaya daripada partikel yang lebih besar karena dapat menyebabkan pelepasan bahan kimia beracun yang memiliki dampak lebih berbahaya.

"Sayangnya, hari ini, kami tidak dapat menentukan dampak pasti pada kesehatan manusia dan kemungkinan pengembangan alergi yang berasal dari pemakaian jarum tato," kata Schreiver.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI