Lelaki Ini Buktikan Kanker Payudara Bisa Menyerang Kaum Adam

Ade Indra Kusuma | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 01 September 2019 | 09:30 WIB
Lelaki Ini Buktikan Kanker Payudara Bisa Menyerang Kaum Adam
Lelaki bernama Willy ini menderita kanker payudara stadium 3 [Suara.com/DIni]

Suara.com - Lelaki Ini Buktikan Kanker Payudara Bisa Menyerang Kaum Adam

Pakar medis mengatakan kanker payudara jarang menyerang laki-laki, tapi bukan berarti tidak ada. Seperti yang dialami Willy Wahyudin, laki-laki berusia 44 tahun ini menjadi penyintas kanker payudara stadium 3.

Willy rasanya harus bersyukur dengan insiden dadanya terbentur secara tidak sengaja pada Maret 2013, karena dari sanalah ia mulai memeriksakan diri karena dadanya yang teramat sakit.

"Jadi gara-gara terbentur itu dari situlah terasa sakitnya, sebenernya (kanker ini) sudah ada sebelumnya, cuma trigernya dari terbentur itu," ujar Willy di Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Sayang, perusahaan tempatnya bekerja menutupi hasil pemeriksaan karena Willy yang masih terikat kerja dan tidak boleh pulang, karena saat itu ia sedang dinas sebagai akuntan di sebuah kapal pesiar. Hingga akhirnya Willy yang berusia 38 tahun itu memaksa untuk melihat hasil.

"Saya paksa terus sampai akhirnya dia ngasih tau ini stadium 3. Pertama kali saya lemas waktu itu, yang pertama keluar pikiran 'berapa lama lagi saya bisa hidup'. Yang waktu itu saya tahu kanker kan cukup cepat penyebarannya, jadi waktu itu Juni 2013, saya pulang awal Juli 2013," cerita Willy

Sesampainya di darat, sudah ada tim medis perusahaan yang telah menunggu untuk mengobati. Willy bercerita pada awalnya gejalanya tidak begitu mengkhawatirkan, karena hanya timbul benjolan sebesar kelereng tapi tidak sedikitpun ada rasa sakit.

"Kecil sekali kayak jerawat, cuman kalau jerawat ada semacam matanya, dia akan keluar bisulnya kayak nanahnya, cuman ini benjolan aja, di sebelah kanan dada. Tidak ada nyeri sama sekali, lama tidak ada keluhan, mulai ada keluhan itu saat terbentur itu," tuturnya.

Willy, Penyintas kanker payudara stadium 3 pada lelaki [Suara.com/DIni]
Willy, Penyintas kanker payudara stadium 3 pada lelaki [Suara.com/DIni]

Tidak menunggu lama, tim medis kemudian menindaklanjuti secara medis dengan 8 kali kemoterapi, dengan 4 set pertama dan 4 set kedua. Disusul radioterapi 35 kali. Seluruh proses pengobatan memakan waktu 2 tahun lamanya, sebelum akhirnya dinyatakan bebas dari kanker.

Willy akui perjuangannya sangatlah berat baik dari fisik dan psikologis, mudah lelah, mental sempat down karena keluarga tidak mengerti keadaanya, meskipun disupport penuh. Willy akui di masa kelamnya itu ia sempat putus asa dan hendak menyudahi semua pengobatan.

"Ada beberapa saat mereka (keluarga) kurang ngerti juga karena untuk makan terus terang kita nggak bisa, karena akan mental lah. Sedangkan dari keluarga dipaksa harus makan dan makan, sedangkan kita sendiri nggak mau," ungkapnya.

"Hampir menyerah karena pengobatannya cukup berat, kemonya waktu itu saya pikir lebih baik saya mati aja, sempat berpikir seperti itu, karena memang untuk jalan aja sudah tidak bisa. Jadi waktu itu saya punya anak masih dua tahun, akhirnya anak saya semangati, oke saya tetap lanjut ke pengobatan," katanya dengan pikiran mengawang.

Dari sana juga Willy memutuskan menjalani pola hidup sehat agar tubuhnya tetap terjaga dari penyakit kanker, usai Juni 2015 ia dinyatakan bebas kanker payudara. Willy memantapkan hati tidak lagi menjalani pola hidup lama yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan menghindari stres.

"Dulu saya terus terang sisi pekerjaan stres, overload dengan pekerjaan, kebiasaan masih merokok dan juga masih minum alkohol, setelah didiagnosa itu tidak melakukan hal itu lagi, jadi rokok saya stop semua. Olahraga minimal 30 menit sehari," tuturnya.

Beratnya perjuangan sebagai pengidap kanker membuat Willy berharap banyak orang terinspirasi dan mengambil pelajaran dari hidupnya terdahulu. Ia berpesan hidup sehat adalah cara paling mudah mencegah datangnya penyakit mematikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lelaki Lebih Berisiko Terinfeksi HPV Lewat Seks Oral, Apalagi Perokok!

Lelaki Lebih Berisiko Terinfeksi HPV Lewat Seks Oral, Apalagi Perokok!

Health | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 21:25 WIB

Mengenang Keceriaan Luis Enrique Bersama Mendiang Putrinya

Mengenang Keceriaan Luis Enrique Bersama Mendiang Putrinya

Foto | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 08:10 WIB

Idap Kanker Tulang, Putri Luis Enrique Tutup Usia di Umur Sembilan Tahun

Idap Kanker Tulang, Putri Luis Enrique Tutup Usia di Umur Sembilan Tahun

Bola | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 10:40 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB