Semakin Gemuk, Sensitivitas Indera Penciuman Semakin Rendah Menurut Studi

Jum'at, 06 September 2019 | 15:30 WIB
Semakin Gemuk, Sensitivitas Indera Penciuman Semakin Rendah Menurut Studi
Ilustrasi kegemukan (obesitas). (sumber: Shutterstock)

Suara.com - Obesitas dan bau badan ternyata berhubungan, dan ini dibuktikan oleh peneliti dari University of Otago yang dipublikasikan di jurnal Obesity Review internasional.

"Setelah mengumpulkan bukti, kami menemukan sebenarnya ada hubungan yang kuat antara berat badan seseorang dan kemampuan menciumnya, semakin baik seseorang dapat mencium, semakin besar kemungkinan orang tersebut menjadi langsing, atau sebaliknya," Dr. Mei Peng, penulis utama penelitian dari Departemen Ilmu Pangan Universitas Otago.

Dr. Peng mengatakan penciuman merupakan indera paling penting untuk memengaruhi perilaku makan dengan mendeteksi dan membedakan antara rasa yang berbeda.

"Kami menemukan kemampuan orang gemuk untuk mendeteksi dan membedakan bau tidak seefisien orang langsing," lanjut Dr. Peng, melansir Medical Express.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang lebih dekat dengan obesitas memiliki kemampuan yang lebih rendah untuk mencium dan mengidentifikasi bau.

Ilustrasi tubuh gemuk dan langsing (Shutterstock)

Misalnya, mereka mungkin lebih tertarik pada makanan yang lebih asin seperti bacon dan sirup maple daripada makanan yang lebih hambar seperti sereal rendah lemak dengan sedikit gula.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti berhipotesis obesitas mengubah metabolisme seseorang, yang mempengaruhi jalur komunikasi antara usus dan otak.

Untuk membangun kembali jalur antara usus dan otak, para peneliti mempertimbangkan efek dari dua perawatan obesitas bedah.

Mereka melihat pengangkatan lambung dan bypass lambung (prosedur bedah yang melibatkan membagi lambung menjadi dua kantong dan menata ulang usus kecil untuk terhubung ke keduanya).

Baca Juga: Rajin Bikin Video Makan, Gadis Gemuk Ini Hasilkan Ratusan Juta Setahun

Temuan menunjukkan pengangkatan lambung dapat meningkatkan kemampuan penciuman, sementara operasi obesitas lainnya tidak memiliki efek yang sama.

Peng berharap bahwa temuan ini akan meningkatkan kesadaran tentang hubungan kritis antara kebiasaan makan dan indera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI