Heboh Kasus KDRT Wanita Bogor, Mengapa Korban Kekerasan Pilih Bertahan?

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 09 September 2019 | 17:30 WIB
Heboh Kasus KDRT Wanita Bogor, Mengapa Korban Kekerasan Pilih Bertahan?
KDRT [Shutterstock]

Suara.com - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan seorang wanita asal Bogor, Jawa Barat yang menjadi korban kekerasan suaminya.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Bogor ini viral setelah dibagikan oleh tetangga korban, pengguna akun Twitter @AyundaaaT_, pada Sabtu (7/9/2019).

Ia memperlihatkan kondisi korban setelah dianiaya suami yang membuat matanya bengkak hingga tak bisa terbuka dan seluruh wajahnya dipenuhi luka lebam.

"Ini tetangga aku digebukin sama suaminya padahal suaminya yang salah gara-gara selingkuh, tapi malah istrinya yang jadi korban. Tolong bantu sebarin biar orangnya cepet ketangkep," cuitnya.

Kejadian bermula ketika korban menyembunyikan kunci sepeda motor karena jengah dengan perselingkuhan suaminya. Bahkan, wanita ini sudah berkali-kali mendapat kekerasan dari suaminya, tetapi tidak pernah mengutarakannya.

"Dan yang lebih sedihnya lagi, istrinya ini sabar banget. Sempat 1 kamar sama selingkuhannya, istrinya rela tidur bertiga biar suaminya mau tidur di rumah. Dan KDRT ini ternyata sudah sering, cuma yang ini paling parah dan baru cerita ke kluarga," imbuhnya.

Korban KDRT di Bogor - (Twitter/@AyundaaaT_)
Korban KDRT di Bogor - (Twitter/@AyundaaaT_)

Anda mungkin penasaran mengapa banyak wanita yang tetap bertahan dalam sebuah hubungan setelah mendapat kekerasan sepeti yang dialami wanita tersebut. Melansir dari Hellosehat,ada banyak hal yang membuat korban kekerasan sering kali memilih bertahan dengan pasangannya yang kasar.

1. Malu

Korban KDRT bisa juga bertahan karena merasa perceraian adalah aib dalam hidupnya. Sehingga ia akan berusaha sebisa mungkin menutupi kegagalan rumah tangganya.

2. Merasa bersalah

Ada pula korban kekerasan yang merasa bersalah meninggalkan pasangannya. Bahkan mereka bisa juga merasa amarah dan sikap kasar pasangannya karena kesalahan dirinya.

Korban KDRT di Bogor - (Twitter/@AyundaaaT_)
Korban KDRT di Bogor - (Twitter/@AyundaaaT_)

3. Ancaman

Banyak korban kekerasan memilih tidak pergi karena mendapat ancaman disakiti, diteror hingga dibunuh. Karena itu, korban lebih sulit berpikir jernih.

4. Tekanan sosial

Wanita korban KDRT sering kali merasakan tekanan sosial atau spiritual yang membuatnya bertahan dalam pernikahan meski terdapat kekerasan. Hal ini juga terkait budaya turun-menurun di mana wanita harus tunduk dengan suami.

5. Ketergantungan ekonomi

Banyak korban kekerasan takut pergi meninggalkan pasangannya karena sangat ketergantungan dalam segi ekonomi. Sehingga mereka takut tidak bisa menghidupi diri sendiri dan anaknya jika pergi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bye Telapak Kasar! 4 Masker Tangan Korea untuk Kulit Halus dan Lembap

Bye Telapak Kasar! 4 Masker Tangan Korea untuk Kulit Halus dan Lembap

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:25 WIB

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:14 WIB

Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban

Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:40 WIB

Giliran Dede Sunandar Bongkar Aib Istri, Minum-minuman hingga Bawa Cowok ke Rumah

Giliran Dede Sunandar Bongkar Aib Istri, Minum-minuman hingga Bawa Cowok ke Rumah

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:57 WIB

Akui Selingkuh hingga KDRT, Dede Sunandar Pasrah Cerai dengan Karen Hertatum

Akui Selingkuh hingga KDRT, Dede Sunandar Pasrah Cerai dengan Karen Hertatum

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:54 WIB

Dede Sunandar Akui Selingkuh dan KDRT: Lagi di Atas Angin, Kelupaan, Khilaf

Dede Sunandar Akui Selingkuh dan KDRT: Lagi di Atas Angin, Kelupaan, Khilaf

Entertainment | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:39 WIB

Apa Pekerjaan Dede Sunandar Sekarang? Geger Ngaku KDRT Istri

Apa Pekerjaan Dede Sunandar Sekarang? Geger Ngaku KDRT Istri

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:20 WIB

Profil Karen Hertatum yang Jadi Korban KDRT Dede Sunandar

Profil Karen Hertatum yang Jadi Korban KDRT Dede Sunandar

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:15 WIB

Profil Dede Sunandar yang KDRT hingga Selingkuhi Karen Hertatum

Profil Dede Sunandar yang KDRT hingga Selingkuhi Karen Hertatum

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:37 WIB

Bye-bye Kulit Kasar! Ini 5 Pilihan Body Wash Yogurt yang Super Melembapkan

Bye-bye Kulit Kasar! Ini 5 Pilihan Body Wash Yogurt yang Super Melembapkan

Your Say | Minggu, 19 April 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB