HMPV Bukan COVID-19 Baru, Ahli Penyakit Menular: Sudah Ada Puluhan Tahun

M. Reza Sulaiman

Senin, 06 Januari 2025 | 10:31 WIB
HMPV Bukan COVID-19 Baru, Ahli Penyakit Menular: Sudah Ada Puluhan Tahun
Ilustrasi HMPV disebut Covid-19 baru. (Freepik/Freepik)

Suara.com - Malaysia melaporkan kenaikan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) baru-baru ini. Kenaikan kasus ini pun mendapat perhatian dari ahli kesehatan yang meminta masyarakat waspada tanpa panik berlebihan, apalagi menyebutnya Covid-19 baru.

Menurut laporan Straits Times, Malaysia mencatat 327 kasus infeksi HMPV pada tahun 2024, meningkat 45 persen dari 225 kasus pada tahun 2023. Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan bahwa HMPV bukanlah penyakit baru. Biasanya, penderita HMPV mengalami gejala yang mirip dengan flu biasa, tetapi pada kasus yang lebih parah, gejalanya dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama karena infeksi saluran napas akan terus ada di tengah masyarakat. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan meliputi:

  1. Mencuci tangan dengan sabun secara rutin.
  2. Mengenakan masker wajah.
  3. Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

"Masyarakat diimbau untuk secara proaktif menjaga kesehatan mereka dan mencegah penularan ke orang lain, terutama di tempat tertutup dan padat," kata pernyataan Kementerian Kesehatan Malaysia. Imbauan ini juga berlaku bagi mereka yang berencana bepergian ke negara-negara berisiko tinggi.

Kementerian juga menambahkan bahwa peningkatan infeksi saluran napas pada awal dan akhir tahun adalah fenomena yang diharapkan, sebagaimana dilaporkan di negara-negara lain, terutama yang memiliki musim dingin seperti China.

Kondisi di China

Sementara itu China baru-baru ini melaporkan peningkatan kasus HMPV, terutama pada anak-anak di bawah usia 14 tahun di provinsi utara. Menurut laporan resmi, terjadi peningkatan infeksi saluran napas akut di China pada minggu 16-22 Desember 2024, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Seorang pejabat otoritas pengendalian penyakit di China menyatakan bahwa negara tersebut kemungkinan akan terus menghadapi berbagai penyakit infeksi saluran napas selama musim dingin dan musim semi. Administrasi Nasional Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di China sedang menguji coba sistem pemantauan untuk pneumonia yang tidak diketahui asalnya, guna membantu pemerintah menetapkan protokol untuk menangani patogen yang belum dikenal.

HMPV Bukan Covid-19 Baru

baca juga

Kasus infeksi saluran napas HMPV memang perlu mendapat perhatian. Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menyebut HMPV kerap dibandingkan dengan Covid-19. Namun, perbandingan ini tidak akurat karena beberapa alasan:

  1. HMPV Bukan Virus Baru: Seperti disebutkan sebelumnya, HMPV sudah ada selama puluhan tahun, sedangkan COVID-19 adalah varian baru dari virus corona.
  2. Gejala yang Serupa: Gejala HMPV meliputi batuk, demam, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, gejala ini umum terjadi pada berbagai infeksi saluran napas.
  3. Peningkatan Kasus yang Musiman: Kenaikan kasus HMPV di China saat ini bukanlah hal yang luar biasa. Infeksi saluran napas memang cenderung meningkat selama musim dingin di negara-negara empat musim.

Ia menjelaskan HMPV pertama kali dilaporkan dalam sebuah jurnal ilmiah di Belanda pada Juni 2001 dengan judul "A newly discovered human pneumovirus isolated from young children with respiratory tract disease". Setelah itu, laporan tentang virus ini juga muncul di berbagai negara, termasuk Norwegia, Rumania, Jepang, dan China. Namun, para peneliti memperkirakan bahwa HMPV telah bersirkulasi selama puluhan tahun sebelum akhirnya diidentifikasi. Hal ini menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus baru.

"Para peneliti bahkan memperkirakan bahwa sebelum resmi dilaporkan di 2001 itu maka HMPV sudah puluhan tahun bersirkulasi. Tegasnya, HMPV bukan virus baru," terang Prof Tjandra Yoga.

Nama "Human" pada HMPV membedakannya dari Animal Metapneumovirus (AMPV), yang ditemukan lebih dulu pada tahun 1978 di Afrika Selatan. AMPV, awalnya disebut "Turkey Rhinotracheitis Virus" (TRTV), merupakan penyakit pada unggas dengan empat subtipe, yaitu A, B, C, dan D. Para ahli percaya bahwa HMPV merupakan hasil evolusi dari AMPV subtipe C, yang kemudian menginfeksi manusia.

Meskipun HMPV bukanlah ancaman baru, penting bagi kita untuk tetap waspada terhadap infeksi saluran napas. Langkah pencegahan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker di tempat umum tetap relevan untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

Dengan memahami fakta-fakta tentang HMPV, kita dapat menghindari kepanikan yang tidak perlu dan fokus pada langkah-langkah preventif yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyebar di China, Kemenkes Pastikan Belum Ada Infeksi HMPV di Indonesia: Masyarakat Tetap Harus Jaga Kesehatan

Menyebar di China, Kemenkes Pastikan Belum Ada Infeksi HMPV di Indonesia: Masyarakat Tetap Harus Jaga Kesehatan

News | Minggu, 05 Januari 2025 | 21:12 WIB

Tak Hanya China, Kasus Virus HMPV Juga Dilaporkan Melonjak di Malaysia

Tak Hanya China, Kasus Virus HMPV Juga Dilaporkan Melonjak di Malaysia

Health | Minggu, 05 Januari 2025 | 14:15 WIB

Guru Besar FKUI Tegaskan HMPV di China Tidak Sama dengan Covid-19

Guru Besar FKUI Tegaskan HMPV di China Tidak Sama dengan Covid-19

News | Minggu, 05 Januari 2025 | 10:29 WIB

Terkini

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:32 WIB

Anak Mulai Pilih-Pilih Makanan? Dokter Ungkap Solusi Penuhi Nutrisi Balita

Anak Mulai Pilih-Pilih Makanan? Dokter Ungkap Solusi Penuhi Nutrisi Balita

Health | Minggu, 13 September 2026 | 19:28 WIB

CISDI Dorong Harga Minuman Manis Naik Minimal 20 Persen lewat Cukai

CISDI Dorong Harga Minuman Manis Naik Minimal 20 Persen lewat Cukai

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:13 WIB

Tangerang 10K Meriah, Semarang Bersiap Jadi Etape Selanjutnya

Tangerang 10K Meriah, Semarang Bersiap Jadi Etape Selanjutnya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 19:03 WIB

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:55 WIB

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:54 WIB

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:50 WIB

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 18:48 WIB

×