Terbukti Ilmiah, Efek Jatuh Cinta untuk Otak Mirip dengan Kecanduan Narkoba

M. Reza Sulaiman | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Senin, 16 September 2019 | 13:22 WIB
Terbukti Ilmiah, Efek Jatuh Cinta untuk Otak Mirip dengan Kecanduan Narkoba
Efek jatuh cinta untuk otak. (shutterstock)

Suara.com - Terbukti Ilmiah, Efek Jatuh Cinta untuk Otak Mirip dengan Kecanduan Narkoba

Masih ingat rasanya jatuh cinta? Ya, jatuh cinta membuat orang merasakan bahagia dalam satu menit, lalu cemas mendadak cemas berhari-hari, hingga hampir putus asa.

Pada waktu yang sama, jantung bisa berdegup kencang hingga perut melilit, seperti sedang naik roller coaster yang bagitu memacu adrenalin.

"Saat jatuh cinta Anda bisa sangat bahagia, tapi bisa juga gelisah," kata Prof Lucy Brown, seorang ahli saraf dari Albert Einstein College of Medicine di New York, seperti dimuat Huffpost, Senin (16/9/2019).

Berdasarkan hasil penelitian, itu terjadi karena perasaan jatuh cinta dirangsang melalui otak. Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dengan mengamati 10 perempuan dan 7 lelaki yang sedang jatuh cinta.

Masing-masing ada yang sudah memiliki pacar sejak lama, baru berpeacaran satu bulan hingga sudah bersama selama dua tahun.

Rupanya, frekuensi hubungan memengaruhi aktivitas otak. Partisipan yang sudah berpacaran lama, merasakan respon senang ketika diperlihatkan foto pasangannya. Rasa senang itu berasal dari pusat rasa senang yang ada di bagian otak.

"Gairah cinta yang dirasakan terbentuk di bagian otak, sama dengan ketika seseorang mengalami kecanduan narkoba dan obat-obatan terlarang," kata penulis studi, Arthur Aron, seorang psikolog dari State University of New York di Stony Brook.

Otak manusia saat jatuh cinta. (Shutterstock)
Otak manusia saat jatuh cinta. (Shutterstock)

Artinya, mereka sangat menginginkan orang yang dicintainya, sama seperti menginginkan narkoba. Para ahli menjelaskan cinta adalah salah satu emosi paling kuat yang dimiliki seseorang.

Otak manusia telah ditransfer untuk memilih pasangan, dan manusia menjadi termotivasi untuk memenangkan pasangan itu, kadang-kadang melakukan hal ekstrem untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari mereka.

"Ini membantu kita mengenali kapan sesuatu terasa enak. Dorongan untuk merasa senang dengan pasangan, mungkin akan lebih kuat daripada dorongan untuk melakukan hubungan seks," tutup Brown.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Kepribadian: Tebak, Wajah Mana yang Tampak Lebih Bahagia?

Tes Kepribadian: Tebak, Wajah Mana yang Tampak Lebih Bahagia?

Health | Senin, 16 September 2019 | 06:30 WIB

Berjuta Rasanya, Zodiak Ini Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Berjuta Rasanya, Zodiak Ini Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Lifestyle | Minggu, 15 September 2019 | 16:00 WIB

Benci Suara Orang Mengunyah? Mungkin Anda Alami Gangguan Ini

Benci Suara Orang Mengunyah? Mungkin Anda Alami Gangguan Ini

Health | Sabtu, 14 September 2019 | 08:30 WIB

Terkini

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB