Celebrity Worship Syndrome, Saat Kekaguman pada Idola Berubah Jadi Obsesi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Celebrity Worship Syndrome, Saat Kekaguman pada Idola Berubah Jadi Obsesi
London Oli. (Instagram/@londonoli)

Pengidap sindrom ini dapat melakukan berbagai hal ekstrem hanya untuk bertemu atau mendapat perhatian dari sang idola.

Suara.com - Oli London, merupakan salah satu penggemar boygroup asuhan Bighit Entertainment, BTS. Pria asal London, Inggris, ini bahkan sangat terobsesi pada seorang member, yakni Jimin BTS.

Demi memuaskan obsesinya itu, Oli sudah melakukan berbagai prosedur operasi kosmetik, seperti operasi hidung, kelopak mata hingga rahang. Tujuan operasi plastik itu tentu saja agar penampilannya mirip dengan Jimin BTS.

"Saya ingin terlihat seperti bintang KPop. Saya ingin seluruh tampilan saya terlihat seperti Jimin. Dia benar-benar idola KPop bagiku," ungkapnya, melansir Koreaboo.

Perilaku seperti Oli ini dapat disebut dengan Celebrity Worship Syndrome (CWS). Ini merupakan sebuah sindrom perilaku obsesif serta adiktif terhadap selebriti dan segala sesuatu yang berhubungan dengan selebriti tersebut.

Pemujaan selebritas seringkali dimulai agak jinak, sama seperti kekaguman untuk seseorang yang terkenal. Namun, begitu hobi yang tidak berbahaya ini tumbuh, seseorang bisa mulai terobsesi.

London Oli. (Instagram/@londonoli)
London Oli. (Instagram/@londonoli)

Pengidap sindrom ini dapat menghabiskan waktu untuk mempelajari setiap detail tentang idolanya, mengawasi, dan bahkan berusaha melakukan beberapa jenis interaksi.

Interaksi ini dapat melalui mengikuti idola di media sosial, mengirim email atau menghadiri acara-acara di mana idolanya akan datang.

Meski begitu, menurut Sherry Gaba LCSW, seorang psikoterapis dan penulis 'The Law of Sobriety', tidak semua pengidap CWS memiliki gangguan kesehatan mental.

Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

Namun, sebuah penelitian menunjukkan seiring dengan gejala dan perilaku CWS, ada tingkat kecemasan, depresi, dan stres yang tinggi pada pengidapnya.

Seringkali ketika obsesi berkembang menjadi kecanduan sejati, seseorang akan mulai percaya ada hubungan nyata dengan idola mereka.

Hal ini dapat menyebabkan fantasi terperinci yang berisiko meningkat menjadi perilaku dan pikiran khayal yang lebih berbahaya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS