Penurunan Pendapatan Bikin Volume Otak Mengecil? Ini Kata Peneliti

Vika Widiastuti

Selasa, 08 Oktober 2019 | 19:15 WIB
Penurunan Pendapatan Bikin Volume Otak Mengecil? Ini Kata Peneliti
Ilustrasi gajian. (Shutterstock)

Suara.com - Penurunan pendapatan atau potong gaji tak hanya memengaruhi finansia atau psikologis, tetapi juga kesehatan otak. Menurut studi dalam Journal Nuerology, orang dewasa muda yang mengalami penurunan pendapatan tahunan 25 persen lebih rentan mengalami masalah otak di usia paruh baya.

Penelitian ini melibatkan 3.287 orang yang berusia 23 hingga 35 rahun pada awal penelitian dan terdaftar dalam studi Pengembangan Risiko Arteri Koroner pada Dewasa Muda atau Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA). Para peserta melaporkan pendapatan rumah tangga pra-pajak tahunan mereka setiap tiga hingga lima tahun selama 20 tahun, yaitu dari tahun 1990 sampai 2010.

Peneliti pun memeriksa seberapa sering pendapatan mereka turun dan presentase perubahan pendapatan antara 1990 dan 2010.

Peserta lantas dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan penurunan pendapatan. Kelompok pertama: 1.780 orang yang tidak mengalami penurunan pendapatan, kelompok kedua: 1.108 orang yang mengalami sekali penurunan pendapatan 25 persen atau lebih, kelompok ketiga: 399 orang yang mengalami penurunan dua kali atau lebih.

Para peserta kemudian diberi tes berpikir dan memori untuk mengukur bagaimana mereka menyelesaikan tugas dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan. Peneliti menemukan bahwa orang dengan dua atau lebih penurunan pendapatan memiliki kinerja yang lebih buruk dalam menyelesaikan tugas dibanding orang yang tidak mengalami penurunan pendapatan.

Ilustrasi masalah keuangan, terbelit utang. (Shutterstock)
Ilustrasi masalah keuangan, terbelit utang. (Shutterstock)

Rata-rata mereka mencetak skor lebih buruk dengan 3,74 poin atau 2,8 persen. "Sebagai referensi, kinerja yang buruk ini lebih besar dari apa yang terlihat karena penuaan selama satu tahun yang setara dengan mencetak lebih buruk dengan rata-rata hanya 0,71 poin atau 0,53 persen," kata penulis pertama Leslie Grasset, PhD dari Inserm Research Center di Bordeaux, Prancis.

Peserta yang mengalami penurunan penghasilan lebih banyak mendapatkan skor yang lebih buruk.

Dari kelompok studi, 707 peserta juga melakukan pemindaian otak dengan magnetic resonance imaging (MRI) pada awal penelitian dan 20 tahun kemudian untuk mengukur volume otak mereka mereka dan volume di berbagai area otak.

Ilustrasi otak dan mesin (Shutterstock).
Ilustrasi otak dan mesin (Shutterstock).

Orang dengan dua kali atau lebih mengalami penurunan pendapatan memiliki volume otak total lebih kecil dibanding dengan orang yang tidak mengalami penurunan pendapatan. Orang yang mengalami sekali penurunan pendapatan juga mengalami penurunan konektivitas di otak.

baca juga

Menurut pada peneliti, orang-orang dengan pendapatan yang lebih rendah atau tidak stabil mungkin telah mengurangi akses ke perawatan kesehatan yang berkualitas tinggi sehingga mengakibatkan penanganan penyakit yang lebih buruk seperti diabetes atau menjalani perilaku tidak sehat seperti merokok dan minum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRIN Bawa 200 Produk Inovasi ke Istana: Fokus pada Pangan, Energi, dan Kesehatan

BRIN Bawa 200 Produk Inovasi ke Istana: Fokus pada Pangan, Energi, dan Kesehatan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:21 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:00 WIB

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Mahalnya Riset di Indonesia: Fasilitas Minim, Biaya Mandiri, hingga Godaan Manipulasi

Mahalnya Riset di Indonesia: Fasilitas Minim, Biaya Mandiri, hingga Godaan Manipulasi

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:52 WIB

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Liks | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:51 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:10 WIB

Terkini

Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita

Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Makna Mendalam Surah Ad-Duha yang Viral Dibaca Demi Hadiah Miras di The Sounds Project

Makna Mendalam Surah Ad-Duha yang Viral Dibaca Demi Hadiah Miras di The Sounds Project

Entertainment | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:53 WIB

Dedi Congor Sudah Tersangka Kasus Gratifikasi Polri Sejak 2023, KPK Siapkan Jerat Baru

Dedi Congor Sudah Tersangka Kasus Gratifikasi Polri Sejak 2023, KPK Siapkan Jerat Baru

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:52 WIB

DPD RI Siap Gelar STSB 2026, GKR Hemas Pastikan Suara Daerah Tak Sekadar Jadi Laporan

DPD RI Siap Gelar STSB 2026, GKR Hemas Pastikan Suara Daerah Tak Sekadar Jadi Laporan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance

Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance

Jawa Tengah | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:43 WIB

10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Sunscreen Innisfree untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihan dengan SPF 50+ dan Tidak Perih di Mata

Sunscreen Innisfree untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihan dengan SPF 50+ dan Tidak Perih di Mata

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul

Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:38 WIB

×