Analisis Gaya Kepemimpinan Mendikbud Nadiem Makarim Lewat Tanda Tangannya

Ririn Indriani

Rabu, 30 Oktober 2019 | 05:45 WIB
Analisis Gaya Kepemimpinan Mendikbud Nadiem Makarim Lewat Tanda Tangannya
Mendikbud Nadiem Makarim saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Hadirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dari generasi milenial di Kabinet Indonesia Maju periode 2019–2024, diharapkan dapat membawa udara segar di sistem pendidikan Indonesia.

Meski demikian, Nadiem Makarim mengakui, sebagai menteri termuda di Kabinet Jokowi Jilid 2, ada sejumlah pihak yang mempertanyakan kapasitasnya dalam bidang pendidikan.Ini dikarenakan latar belakangnya sebagai pendiri startup yang tak bersentuhan dengan dunia pendidikan.

"Apakah ada yang mempertanyakan kemampuan saya dengan tanggung jawab sebesar ini? Pasti. Apakah saya bisa memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi pada saya? Waktu yang akan menjawab," kata Nadiem Makarim saat menyampaikan sambutan di peringatan Hari Sumpah Pemuda di kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Terlepas dari hal tersebut, ada hal menarik yang ingin diketahui oleh rakyat Indonesia selama Nadiem Makarim menjadi Mendikbud, satu di antaranya adalah gaya kepemimpinan sang menteri milenial.

Tanda tangan Nadeim Makarim yang kini menjabat sebagai Mendikbud. (https://tatangsuhadi.wordpress.com)
Tanda tangan Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai Mendikbud. (https://tatangsuhadi.wordpress.com)

Nah, salah satu cara yang bisa dipakai untuk menganalisis gaya kepemimpinan Nadiem Makarim adalah melalui tanda tangannya.

Pakar Grafologi, Deborah Dewi mengatakan bahwa untuk menganalisis karakter seseorang lewat tanda tangannya menggunakan model analisa Idiosinkratik.

"Model analisa Idiosinkratik menggambarkan bahwa pengambilan keputusan sebuah kebijakan hingga bagaimana sebuah sistem terbentuk itu erat kaitannya dengan pengaruh karakter pemimpinnya," tulis Deborah Dewi melalui surat elektronik yang dikirim kepada Suara.com.

Jadi, sambung Deborah, wajar jika karakter Nadiem Makarim akan turut mempengaruhi pembentukan hingga arah sistem pendidikan di Indonesia setidaknya hingga 5 tahun ke depan.

Lantas, bagaimanakah karakter dan gaya kepemimpinan tokoh yang akan ikut menentukan kompas edukasi di Indonesia ini? 

baca juga

Karakter dan Gaya Kepemimpinan Nadiem Makarim

Mengacu pada teori Simbolisme oleh Max Pulver, Professor Curt A. Honroth (penemu Emotional Graphology, penulis Psychological Reactions in the Scriptural Gesture) dan Professor Ángel Zarza, dari Neuropsychiatric Institute of the Federal Capital of Argentina, kata Deborah, tanda tangan Nadiem Makarim memenuhi hampir 9 kuadran yang ada dan hanya terdapat 1 area kosong yaitu, kuadran 9 yang mewakili unsur out of control atau lepas kendali.

"Analisa grafis tanda tangan ini menunjukkan bahwa kecil kemungkinan seorang Nadiem mengambil sebuah tindakan atau keputusan yang bisa mengakibatkan kekacauan, karena situasi yang lepas kendali," jelas Deborah Dewi yang merupakan Grafolog Indonesia dengan Standar Kompentensi Tenaga Kerja (Standard Competence EC-0293 apostille by The Hague Convention).

Tanda tangan Nadeim Makarim yang kini menjabat sebagai Mendikbud. (https://tatangsuhadi.wordpress.com)
Tanda tangan Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai Mendikbud. (https://tatangsuhadi.wordpress.com)

Hal yang juga sangat menarik, lanjut dia, meskipun area keberanian dalam mengambil risiko (kuadran 6) terisi, namun unsur ikatan keraguan yang dipengaruhi oleh faktor emosional (kuadran 4) juga sama-sama terisi. Dualisme ini, kata Deborah bisa mengakibatkan kompleksitas dalam proses pengambilan keputusannya.

Namun terisinya kuadran 1, 2, 3 dalam tubuh tanda tangan Nadiem Makarim yang mewakili dominasi area intelektual, kata Deborah, mampu menyelamatkan potensi dualism tersebut. " Sehingga ujung tombak proses pembuatan keputusan Nakhoda Kemendikbud RI ini akan tetap mengacu pada filter intelektual, bukan emosional," terangnya.

Akankah Terkontaminasi Virus Korupsi?

Akankah seiring berjalannya waktu idealisme Nadiem Makarim untuk memajukan sistem pendidikan di Indonesia luntur, karena terkontaminasi virus korupsi?

Deborah mengatakan bahwa melihat kuadran 1, 2 dan 3 yang terisi penuh menunjukkan bahwa selain unsur intelektualnya yang berkembang kuat, Nadiem Makarim juga memiliki unsur spiritual yang dominan.

"Seharusnya hal ini mampu mencegah yang bersangkutan untuk terhanyut dalam kuatnya godaan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang sudah mengakar dan masih bertahan di sistem pemerintahan RI," jelasnya.

Tanda tangan Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai Mendikbud. (https://tatangsuhadi.wordpress.com)
Tanda tangan Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai Mendikbud. (https://tatangsuhadi.wordpress.com)

Namun kuadran 8 yang juga terisi, kata Deborah, menggambarkan dorongan kuat atas pengambilan tindakan, pencapaian dan kepemilikan material.

"Semoga kuatnya unsur intelektual dan spiritual mampu menjadi pengingat yang kuat bagi Nadiem Makariem agar tetap mampu mengendalikan dorongan kepemilikan materialnya hanya di jalur yang halal sehingga dia bisa meninggalkan warisan terhormat di akhir kepemimpinannya kelak," ujarnya.

Bagaimanapun juga dalam Ilmu Grafologi, Deborah mengatakan, analisa ini hanya akan valid jika disertai dengan analisa tulisan tangan. Mengapa? Karena tanda tangan, lanjut dia, hanya mencerminkan public image, bagaimana seseorang ingin dipersepsikan oleh orang lain.

"Jika indikator grafis pada tanda tangan dan sampel tulisan tangan identik, maka analisa ini valid untuk melengkapi analisa profil karakter pemilik tulisan tangan. Namun jika ternyata indikator grafis pada sampel tulisan tangan bertolak belakang dengan indikator grafis tanda tangan, maka yang valid untuk mencerminkan profil perilaku Nadiem Makarim adalah analisa tulisan tangannya," pungkas Deborah Dewi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendikbud Belum Punya Wamen, Nadiem: Masih Lihat yang Dibutuhkan

Mendikbud Belum Punya Wamen, Nadiem: Masih Lihat yang Dibutuhkan

News | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 21:38 WIB

Kenalan dengan Pegawai Kemdikbud, Nadiem Dipanggil 'Mas Menteri'

Kenalan dengan Pegawai Kemdikbud, Nadiem Dipanggil 'Mas Menteri'

News | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 12:54 WIB

Viral Video Mendikbud Nadiem Tak Menyalami Ibu Negara dan Wakil Presiden

Viral Video Mendikbud Nadiem Tak Menyalami Ibu Negara dan Wakil Presiden

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 15:25 WIB

Terkini

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

×