Diragukan Jabat Mendikbud, Nadiem Makarim: Biar Waktu yang Menjawab

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Diragukan Jabat Mendikbud, Nadiem Makarim: Biar Waktu yang Menjawab
Mendikbud Nadiem Makarim saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

"Tapi pada saat saya diberikan kesempatan oleh Pak Presiden untuk membantu generasi berikutnya, saya tidak berpikir dua kali, saya melangkah ke depan, apapun risikonya."

Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim menanggapi sejumlah keraguan masyarakat yang menilainya tidak terlalu berkapasitas untuk mengawal pendidikan di Indonesia dengan latar belakang pengusaha.

Nadiem mengatakan adalah hal yang wajar jika kemampuannya diragukan sebagian masyarakat untuk memajukan pendidikan di Indonesia, namun eks CEO Gojek itu meyakini hanya waktu yang bisa menjawab keraguan tersebut.

"Apakah ada yang mempertanyakan kemampuan saya dengan tanggung jawab sebesar ini? Pasti. Apakah saya bisa memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi kepada saya? Waktulah yang akan menjawab," kata Nadiem dalam pidatonya saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Nadiem mengaku saat ditawari Presiden Joko Widodo untuk menjadi menteri, dirinya tidak pikir panjang sebab dirinya merasa yakin demi membantu generasi muda dalam pendidikan.

"Tapi pada saat saya diberikan kesempatan oleh Pak Presiden untuk membantu generasi berikutnya, saya tidak berpikir dua kali, saya melangkah ke depan, apapun risikonya," katanya.

Dia meyakini kehadirannya di Kemendikbud akan mampu membawa hal baru bagi pendidikan di Indonesia.

"Kehadiran saya di sini membuka berbagai macam kesempatan untuk generasi berikutnya. Kawan-kawan pemuda, gerbang kita telah terbuka!" tegas Nadiem.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim sangsi atas dipilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Ramli, meskipun Nadiem sukses dalam bisnis transportasi online, ia tidak cocok untuk memimpin sebuah kementerian yang dipenuhi orang-orang pintar dan berpendidikan tinggi.

"Nadiem Anwar Makarim memang Alumni Brown University Amerika Serikan dan juga Alumni Harvard Business School Amerika Serikat tetapi tahu apa Nadiem soal pendidikan negeri ini?" kata Ramli dalam keterangnnya, Rabu (23/10/2019).

Dia menjelaskan, tahun 2045 Indonesia bermimpi menjadi negara maju dengan PDB terbesar keempat dunia, sedangkan pada tahun 2030 adalah puncak bonus demografi Indonesia.

Hasil PISA, kompetensi generasi bangsa di bidang matematika, reading dan sains berada pada level 0-2 dan dicap bangsa Indonesia baru bisa menghadapi abad 21 setelah 1000 tahun mendatang.

Kekurangan guru pegawai negeri sipil (PNS) di sekolah negeri mencapai 1.141.176 orang belum termasuk 391.644 guru yang akan pensiun pada tahun 2020 hingga 2024.

Dengan kondisi tersebut, kata Ramli, hampir bisa dipastikan bahwa pendidikan dasar dan menengah kita akan lumpuh total ketika seluruh guru honorer yang pendapatannya jauh lebih rendah dari driver gojek itu menyatakan 'mogok mengajar'.

"Anak-anak SD kita tamat SD lebih dari 80 persen dinyatakan gagal Matematika dan juga gagal literasi, juga gagal di sains, lalu apa yang bisa dilakukan Nadiem?" tegas Ramli.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS