Ingin Membakar Lemak Lebih Efektif? Olahraga Sebelum Sarapan!

Yasinta Rahmawati

Rabu, 30 Oktober 2019 | 11:01 WIB
Ingin Membakar Lemak Lebih Efektif? Olahraga Sebelum Sarapan!
Ilustrasi olahraga membawa segelas jus. (Shutterstock)

Suara.com - Berolahraga sebelum sarapan rupanya dapat meningkatkan manfaat kesehatan , termasuk membakar lemak lebih banyak secara signifikan. Tak cuma itu, olahraga sebelum sarapan juga membantu mengendalikan gula darah dengan lebih baik.

Dilansir dari Healthline, hal itu dikemukakan dalam studi baru yang diterbitkan bulan ini di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan kesehatan Universitas Bath dan Birmingham di Inggris.

Dalam studi yang memakan waktu 6 minggu itu, para peneliti mempelajari lusinan pria dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang menetap di wilayah Bath di Inggris.

Studi tersebut menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga sebelum sarapan, membakar dua kali lipat jumlah lemak daripada mereka yang berolahraga setelah makan pagi.

Di sisi lain, para peneliti menemukan bahwa mereka yang berolahraga setelah puasa semalaman memiliki kadar insulin yang lebih rendah selama berolahraga.

Peneliti membangun studi ini sebagian berdasarkan bukti yang berkembang bahwa waktu makan dapat berdampak pada efektivitas olahraga.

Seorang perempuan sedang latihan fisik ( olahraga ) sebelum sarapan buah. (Shutterstock)
Seorang perempuan sedang latihan fisik ( olahraga ) sebelum sarapan buah. (Shutterstock)

Para peneliti menjelaskan bahwa peningkatan penggunaan lemak sebagian besar disebabkan oleh tingkat insulin yang lebih rendah selama latihan. Artinya, olah raga sebelum sarapan akhirnya menggunakan lebih banyak lemak dari jaringan lemak dan di dalam otot sebagai bahan bakar.

"Bagi orang yang ingin memaksimalkan manfaat kesehatan dari berolahraga, melakukan beberapa sesi dalam keadaan puasa semalam cenderung memberikan manfaat lebih besar daripada melakukan semua sesi setelah sarapan," kata Javier Gonzalez, seorang dosen senior di bidang fisiologi manusia di University of Bath.

Javier Gonzalez mencatat bahwa penelitian sebelumnya telah menyarankan satu sesi latihan yang dilakukan sebelum sarapan meningkatkan penggunaan lemak.

baca juga
Perempuan olahraga dengan lompat. (Shutterstock)
Perempuan olahraga dengan lompat. (Shutterstock)

Tetapi sebelum studi ini, tidak ada yang tahu dengan pasti apakah peningkatan penggunaan lemak ini bertahan selama program pelatihan atau periode waktu yang berkelanjutan.

"Di sini kami menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan lemak dengan olahraga sebelum sarapan berlangsung selama enam minggu pelatihan, bahkan saat orang menjadi lebih bugar," terangnya.

"Selanjutnya, ini diterjemahkan menjadi peningkatan sensitivitas insulin dan adaptasi pada otot yang terkait dengan kontrol glukosa," tambahnya.

Dia menambahkan bahwa peningkatan sensitivitas insulin dan adaptasi terhadap otot ini berpotensi mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merasa Ngantuk Setelah Olahraga? Ini Penjelasan Ilmiah dari Pakar

Merasa Ngantuk Setelah Olahraga? Ini Penjelasan Ilmiah dari Pakar

Health | Selasa, 29 Oktober 2019 | 09:05 WIB

Liza Natalia Ajak Penikmat Zumba Bergoyang dengan Irama Dangdut

Liza Natalia Ajak Penikmat Zumba Bergoyang dengan Irama Dangdut

Entertainment | Minggu, 27 Oktober 2019 | 16:57 WIB

Karena Zumba, Musik Dangdut Go Internasional

Karena Zumba, Musik Dangdut Go Internasional

Entertainment | Minggu, 27 Oktober 2019 | 14:56 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×