Makin Populer, Manfaat Ganja Medis Tidak Sebesar yang Diharapkan?

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Kamis, 31 Oktober 2019 | 06:05 WIB
Makin Populer, Manfaat Ganja Medis Tidak Sebesar yang Diharapkan?
Manfaat ganja medis untuk bidang kesehatan sedang diteliti secara ilmiah. (Shutterstock)

Suara.com - Makin Populer, Manfaat Ganja Medis Tidak Sebesar yang Diharapkan?

Penggunaan ganja di bidang medis dan kedokteran semakin populer. Saat ini semakin banyak negara yang melegalkan ganja untuk kepentingan medis.

Di kawasan Asia Tenggara, Thailand menjadi negara satu-satunya yang melegalkan ganja medis. Sementara negara tetangga Malaysia tengah mempertimbangkan untuk membuat aturan yang sama.

Kini jutaan orang telah menguap produk yang mengandung senyawa THC dan CBD non-psikoaktif tersebut dalam segala hal, mulai dari produk kecantikan, minuman berkarbonasi, hingga obat penenang.

Masalahnya, meski banyak pasien depresi dan kecemasan telah beralih ke ganja medis, namun tim peneliti dari Australia menyatakan bahwa senyawa kanabinoid pada ganja tidak berbuat banyak untuk masalah intinya.

Bahkan, kepopuleran ganja medis dinilai sebagai sensasi belaka. Hal tersebut tertuang dalam studi ilmiah terbaru yang diterbitkan jurnal Lancet Psychiatry.

Peneliti melakukan skrining terhadap 83 studi efek kanabinoid pada orang dengan masalah kesehatan mental dan neurologis termasuk depresi, kecemasan, sindrom Tourette, ADHD, PTSD. dan psikosis.

Meski menemukan hasil positif di sana-sini, beberapa penelitian belum menunjukkan bukti bahwa kandungan CBD-THC pada ganja medis dapat mengurangi gejala kecemasan dan gejala tertentu PTSD.

"Hanya ada sedikit bukti bagi efektivitas ganja medis untuk pengobatan gangguan kesehatan mental ini," tulis tim peneliti, dilansir Time.

baca juga

Bahkan hasil positif yang dirasakan pasien mungkin tidak langsung disebabkan oleh penggunaan ganja medis.

Manfaat ganja medis untuk bidang kesehatan sudah diteliti secara ilmiah. (Shutterstock)
Manfaat ganja medis untuk bidang kesehatan sedang diteliti secara ilmiah. (Shutterstock)

Para penulis mencatat bahwa ganja medis sering diresepkan untuk pasien yang depresi dan mengalami kecemasannya sebagai kondisi sekunder dengan penyakit kronis sebagai diagnosis primer. Jadi peneliti kesulitan melihat bagaimana obat bekerja.

Tapi ganja medis bisa mengurangi rasa sakit kronis atau mual, yang kemudian mengarah pada pengurangan gejala kesehatan mental. Itu tentu saja tidak selalu berarti bahwa ganja secara langsung dapat mengobati depresi atau kecemasan.

Selain itu, banyak orang tidak menggunakan kanabinoid tingkat farmasi, dan sebuah badan penelitian mengatakan bahwa menggunakan ganja non-medis dapat memperburuk gejala kesehatan mental.

Sementara itu, legalitas ganja bervariasi dari satu negara ke negara lain sehingga menciptakan pasar gelap dan abu-abu. Bahkan sebagian besar produk turunan ganja tidak termasuk dalam bidang Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahuan Simpan Ratusan Kg Ganja di Mobil, Drummer Band Ini Ditangkap

Ketahuan Simpan Ratusan Kg Ganja di Mobil, Drummer Band Ini Ditangkap

Entertainment | Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:14 WIB

Pengunjung Antre, Ini Dia Kafe Ganja Pertama di Amerika

Pengunjung Antre, Ini Dia Kafe Ganja Pertama di Amerika

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:59 WIB

Ganja Sebagai Obat, Amankah untuk Kesehatan?

Ganja Sebagai Obat, Amankah untuk Kesehatan?

Health | Selasa, 08 Oktober 2019 | 18:45 WIB

Terkini

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

×